Jerman-Prancis Kurangi Penggunaan Teknologi AS Dalam Produksi Alat Militer

Minggu, 02 Agustus 2020 - 21:36 WIB
loading...
Jerman-Prancis Kurangi...
Perusahaan industri militer Jerman dan Prancis sedang mencari cara untuk menghilangkan ketergantungan pada teknologi AS dalam produksi peralatan militer. Foto/Ist
A A A
BERLIN - Perusahaan industri militer Jerman dan Prancis sedang mencari cara untuk menghilangkan ketergantungan pada teknologi Amerika Serikat (AS) dalam produksi peralatan militer. Ini juga dilakukan untuk melindungi data mereka.

Menurut laporan media Jerman, Welt am Sonntag perusahaan-perusahaan itu ingin memperoleh kemerdekaan dalam produksi beberapa sistem senjata, termasuk helikopter, senapan serbu baru untuk Angkatan Bersenjata Jerman dan jet tempur di bawah program pan-European Future Combat Air System.

( Baca juga: Jet Tempur Rafale Diklaim Lebih Hebat dari J-20 China, Ini Perbandingannya )

Welt am Sonntag melaporkan bahwa pada saat yang sama, perusahaan tidak puas dengan kenyataan bahwa, sesuai dengan Peraturan Lalu Lintas Internasional AS (ITAR). Di mana, AS mempertahankan kemampuan untuk mengontrol peralatan yang diproduksi menggunakan teknologi AS dan, jika perlu, membatasi ekspor.

"Tanpa ITAR dan sistem peraturan AS lainnya, Eropa mendapat lebih banyak kebebasan dalam siapa yang memasok dengan produk militer," ucap Florent Chauvancy, Direktur Penjualan Departemen Mesin Helikopter Prancis, Safran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
KPK: Kasus Korupsi Muara...
KPK: Kasus Korupsi Muara Enim Sudah Terjadi sebelum Tahap Perencanaan dan Penganggaran
Tak Hanya Melarang Medsos,...
Tak Hanya Melarang Medsos, Inggris Perketat Penggunaan AI bagi Anak dan Remaja
Rekomendasi
UNJ Berkolaborasi dengan...
UNJ Berkolaborasi dengan DMI Perkuat Gerakan Air Bersih untuk Jakarta
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Konsolidasi Nasional,...
Konsolidasi Nasional, KNPI Gandeng Pemuda dan Mahasiswa Gelar Aksi Dukung Prabowo
Berita Terkini
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Infografis
5 Kekejaman Pasukan...
5 Kekejaman Pasukan Militer AS yang Tercatat dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved