Media China: 'Pasukan Asing' Coba Ciptakan Kekacauan di Hong Kong

Senin, 10 Juni 2019 - 14:24 WIB
Media China: Pasukan...
Media China: 'Pasukan Asing' Coba Ciptakan Kekacauan di Hong Kong
A A A
BEIJING - Media pemerintah China menuding ada "pasukan asing" yang berusaha menciptakan kekacauan di Hong Kong ketika legislator setempat bersiap mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi. RUU itu memicu sekitar sejuta orang turun ke jalan sebagai protes.

Peraturan yang merupakan upaya amandemen undang-undang Hong Kong itu memungkinkan tersangka kriminal yang diburu Beijing diekstradisi dari Hong Kong ke China.

Polisi antihuru-hara telah mengepung parlemen Hong Kong pada Senin (10/6/2019) pagi setelah protes damai sejuta orang itu berubah menjadi bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa. (Baca: Demo Anti-Ekstradisi Rusuh, Polisi Kepung Parlemen Hong Kong )

Massa demonstran telah membuat jalan-jalan utama di wilayah pusat bisnis global itu macet sejak hari Minggu. Para demonstran khawatir RUU tersebut akan membahayakan kebebasan hukum Hong Kong yang dibanggakan.

The China Daily mengatakan dalam editorialnya bahwa peraturan itu sangat dibutuhkan. "Setiap orang yang berpikiran adil akan menganggap amandemen undang-undang yang sah dan masuk akal akan memperkuat aturan hukum Hong Kong dan memberikan keadilan," tulis media China itu.

"Sayangnya, beberapa warga Hong Kong telah ditipu oleh kubu oposisi dan sekutu asing mereka untuk mendukung kampanye anti-ekstradisi," lanjut editorial tersebut, dikutip Reuters.

Menurut media berbahasa Inggris tersebut, beberapa pengunjuk rasa di Daerah Administrasi Khusus (SAR) telah disesatkan tentang amandemen yang diusulkan dalam undang-undang, sementara yang lain berusaha untuk mempromosikan agenda politik.

"Mereka gagal menyadari bahwa kubu oposisi memanfaatkan mereka hanya sebagai pion dalam manuvernya untuk meraup keuntungan politik dengan merusak kredibilitas dan reputasi pemerintah SAR, atau bahwa beberapa pasukan asing mengambil kesempatan untuk memajukan strategi mereka sendiri untuk menyakiti China dengan mencoba membuat kekacauan di Hong Kong," lanjut editorial China Daily.

Tidak disebutkan siapa "pasukan asing" yang dimaksud dalam editorial media China tersebut.

Demo rusuh ini bisa berdampak buruk terhadap reputasi Hong Kong sebagai pusat keuangan internasional dan membuat orang asing yang ingin di China berisiko terjerat di Hong Kong.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia telah berulang kali mengutip dugaan penggunaan penyiksaan, penahanan sewenang-wenang, pengakuan paksa serta masalah mengakses pengacara di China yang dirasakan tersangka atau tahanan.

Namun, para pejabat Hong Kong pro-Beijing telah membela RUU ekstradisi tersebut. Menurut mereka, pelanggaran seorang tersangka yang dapat diekstradisi adalah kejahatan yang membawa hukuman tujuh tahun penjara atau lebih.

Surat kabar China lainnya, Global Times, menyatakan bahwa kelompok-kelompok oposisi Hong Kong dan pendukung internasional mereka secara politis bersemangat memengaruhi aktivitas legislatif yang normal di Hong Kong.

"Pemerintah Hong Kong tidak akan mundur," tulis media yang diterbitkan oleh People's Daily tersebut. People's Daily adalah media corong Partai Komunis China.

"Pemerintah SAR Hong Kong dan opini publik mainstream telah bekerja keras untuk penegakan hukum dan kebenaran, dan sama sekali tidak akan menyerah di tengah jalan," kata media itu dalam sebuah editorial berbahasa Mandarin.
(mas)
Berita Terkait
Tidak Setia pada China,...
Tidak Setia pada China, Politisi dan Pejabat Hong Kong Dilarang Menjabat
Pemimpin Hong Kong Carrie...
Pemimpin Hong Kong Carrie Lam Terima Surat Berisi Silet dan Ancaman
Menteri Hong Kong Bela...
Menteri Hong Kong Bela UU Keamanan Bentukan China
Mengapa Hong Kong Ingin...
Mengapa Hong Kong Ingin Undang Undang Keamanan Nasional yang Baru?
Legislatif China Sahkan...
Legislatif China Sahkan Draft RUU Keamanan Nasional Hong Kong
Gedung Parlemen Hong...
Gedung Parlemen Hong Kong Dijaga Ratusan Polisi Jelang Protes
Berita Terkini
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
28 menit yang lalu
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
55 menit yang lalu
AS Mengebom Bandara...
AS Mengebom Bandara dan Jembatan Iran, Teheran: Seluruh Wilayah Timur Tengah Tanggung Akibatnya!
1 jam yang lalu
AS Lanjutkan Bombardir...
AS Lanjutkan Bombardir Iran 6 Hari Beruntun, Serang Bandara dan Jembatan
1 jam yang lalu
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
10 jam yang lalu
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
11 jam yang lalu
Infografis
China Uji Coba Bom Hidrogen...
China Uji Coba Bom Hidrogen Hasilkan Suhu 1.000 Derajat Celsius
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved