Pastor AS Sebut Wabah Belalang di Arab Saudi Tanda Kiamat

Sabtu, 11 Mei 2019 - 04:16 WIB
Pastor AS Sebut Wabah...
Pastor AS Sebut Wabah Belalang di Arab Saudi Tanda Kiamat
A A A
WASHINGTON - Penginjil Amerika Serikat (AS), Pastor Paul Begley, mengatakan bahwa peristiwa yang terjadi di Timur Tengah meramalkan akhir zaman. Begley, yang dikenal karena ramalan apokaliptiknya, percaya bahwa wabah belalang baru-baru ini di Arab Saudi dan Yordania terkait dengan ramalan Alkitab.

Baca juga: Fenomena Aneh, Kelompok Serangga 'Menginvasi' Masjidilharam Makkah

Begley menguatkan klaimnya dengan mengutip Bab 9 dari Kitab Wahyu, kitab terakhir dari Perjanjian Baru, yang menggambarkan peristiwa-peristiwa menjelang Kedatangan Yesus yang Kedua.

Bab 9 merinci bagaimana gerombolan belalang keluar dari 'jurang maut' dan diperintahkan untuk menyerang orang-orang tanpa meterai Tuhan di dahi mereka.

"Dan bagi mereka diberikan bahwa mereka seharusnya tidak membunuh mereka, tetapi bahwa mereka harus disiksa lima bulan: dan siksaan mereka sama seperti siksaan kalajengking, ketika ia mencambuk seorang pria."

Dalam pertunjukan mingguannya, The Coming Apocalypse, Begley bersikeras bahwa keadaan ini sedang berlangsung sekarang.

"Apa pun yang kita dapatkan saat ini adalah buruk," katanya. "Aku percaya ini adalah awal dari Wahyu 9," imbuhnya.

"Belalang berkerumun di seluruh Arab Saudi dan Iran, Yordania, dan menuju ke Laut Merah, Tanah Suci. Saudara-saudara, kita hidup di akhir jaman," cetusnya.

"Bagaimana kamu menjelaskan wabah belalang?" tukasnya seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (11/5/2019).

Sementara itu Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) membunyikan alarm tentang wabah belalang di Afrika timur laut dan Arab Saudi pada bulan Februari. Badan itu mengatakan bahwa hujan lebat dan angin topan telah mendorong berkembang biaknya belalang sejak Oktober lalu.

Pada 3 Mei, FAO Locust Watch mengumumkan bahwa pembiakan telah meningkat di Iran dan Arab Saudi, dan terjadi dalam skala yang lebih kecil di Pakistan barat daya.

"Beberapa kelompok kecil belalang dewas pindah dari Yaman timur ke Oman utara tempat mereka bertelur pada bulan April dan operasi kontrol terbatas dilakukan," kata badan itu, yang mengatakan bahwa pembiakan skala kecil juga diperkirakan akan berlanjut di Oman.

Sedangkan menurut Kementerian Pertanian Iran, serangan kawanan serangga yang belum pernah terjadi sebelumnya telah menghancurkan lahan pertanian di beberapa provinsi di negara itu, dan kegagalan untuk mengendalikan masalah akan membahayakan hampir USD30 miliar produk pertanian.
(ian)
Berita Terkait
Awal Mula Arab Saudi...
Awal Mula Arab Saudi Menjadi Sekutu Amerika Serikat
Inilah Alasan Mengapa...
Inilah Alasan Mengapa Banyak Pangeran Arab Kuliah di Amerika Serikat
Perkuat Kerja Sama,...
Perkuat Kerja Sama, Amerika Serikat akan Buat Rudal di Arab Saudi
8 Negara Mayoritas Muslim...
8 Negara Mayoritas Muslim yang Jadi Sekutu Amerika Serikat
Media AS: Arab Saudi...
Media AS: Arab Saudi Kibuli Amerika Serikat soal Minyak
Menlu Arab Saudi Ditelepon...
Menlu Arab Saudi Ditelepon Menlu Amerika Serikat, Ini Isinya
Berita Terkini
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
15 menit yang lalu
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
3 jam yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
4 jam yang lalu
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
5 jam yang lalu
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
6 jam yang lalu
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
7 jam yang lalu
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved