Parlemen Inggris Tolak Semua Rencana Alternatif Brexit

Selasa, 02 April 2019 - 10:33 WIB
Parlemen Inggris Tolak...
Parlemen Inggris Tolak Semua Rencana Alternatif Brexit
A A A
LONDON - Anggota parlemen Inggris sekali lagi gagal menemukan jalan keluar dari kebuntuan Brexit. Parlemen Inggris menolak serangkaian rencana alternatif untuk kesepakatan penarikan Inggris dari Uni Eropa (UE) yang diajukan Perdana Menteri Theresa May.

Parlemen Inggris tidak menerima satu pun dari empat opsi pada pemungutan suara tidak mengikat, termasuk soal referendum kedua dan sisanya terkait dengan pasar tunggal UE.

Proposal referendum kedua atau konfirmasi memiliki dukungan paling besar di antara anggota parlemen, dengan 280 suara.

Tetapi ada juga suara lebih sedikit diberikan kepada semua opsi alternatif Brexit, dengan beberapa memilih abstain. Sebuah rencana untuk serikat pabean hanya mendapat tiga suara mayoritas.

Sekretaris Brexit Stephen Barclay mengingatkan parlemen bahwa posisi standar adalah Inggris tersingkir dari UE pada 12 April tanpa kesepakatan. Ia menambahkan bahwa kabinet akan memutuskan bagaimana untuk maju pada hari Selasa ketika mereka diharapkan untuk bertemu selama sesi lima jam.

Pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn, kelompok oposisi, menyerukan putaran ketiga indikatif suara pada hari Rabu untuk memecahkan kebuntuan. Dia juga mengaku "kecewa" bahwa keempat opsi itu gagal.

Kebuntuan datang setelah kesepakatan May ditolak tiga kali oleh parlemen. Meski begitu, tak satu pun dari apa yang disebut suara indikatif Senin mendapat dukungan lebih dari Perjanjian Penarikan pemerintah lakukan pada hari Jumat.

May dapat mengembalikan kesepakatannya untuk keempat kalinya, mengadunya dengan dua alternatif yang mendapat dukungan paling besar dari anggota parlemen.

May berusaha untuk mengendalikan perpecahan antara kelompok garis keras euroskeptik di partainya, menyerukan untuk perceraian yang bersih dengan UE, dan anggota parlemen mendorong serikat pabean di tengah kekhawatiran konsekuensi ekonomi besar dari Brexit.

Anggota parlemen dari Partai Konservatif memberikan suara sangat besar terhadap keempat mosi, menunjukkan arah dukungan di antara mereka sedang bergeser ke arah kesepakatan May.

Anggota parlemen Inggris Nick Boles, pendukung proposal Common Market 2.0, mengumumkan pengunduran dirinya dari Partai Konservatif di parlemen beberapa saat setelah hasilnya terungkap, mengutip keengganan partai untuk bekerja menuju kompromi Brexit.

"Saya telah memberikan segalanya untuk upaya menemukan kompromi yang dapat membawa negara ini keluar dari Uni Eropa dengan tetap menjaga kekuatan ekonomi dan kohesi politik kita," ujarnya.

"Saya menerima saya telah gagal. Saya telah gagal terutama karena partai saya menolak untuk berkompromi," katanya lagi.

"Karena itu saya menyesal mengumumkan bahwa saya tidak bisa lagi duduk untuk partai ini," tukasnya seperti dikutip dari CNN, Selasa (2/4/2019).

Ia kemudian mengumumkan di Twitter bahwa dia akan duduk sebagai Konservatif Progresif Independen.
(ian)
Berita Terkait
Langgar Kesepakatan...
Langgar Kesepakatan Brexit, UE Seret Inggris ke Jalur Hukum
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Inggris Pisah dari UE,...
Inggris Pisah dari UE, Antara Optimisme dan Pesimisme
PM Inggris Bantah Berupaya...
PM Inggris Bantah Berupaya Batalkan Kesepakatan Brexit
Perdana Menteri Inggris...
Perdana Menteri Inggris Lupa Brexit Sudah Terjadi
PM Johnson: Inggris...
PM Johnson: Inggris Memilih Brexit Bukan Karena Tekanan Rusia
Berita Terkini
AS Bombarir Iran untuk...
AS Bombarir Iran untuk Keempat Kalinya, Teheran Sebut Kejahatan Perang
22 menit yang lalu
Senator AS yang Desak...
Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
40 menit yang lalu
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
2 jam yang lalu
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
4 jam yang lalu
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
5 jam yang lalu
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
6 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved