PM Johnson: Inggris Memilih Brexit Bukan Karena Tekanan Rusia

Rabu, 22 Juli 2020 - 20:19 WIB
loading...
PM Johnson: Inggris...
Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson. Foto/Huffington Post
A A A
LONDON - Inggris memilih untuk meninggalkan Uni Eropa (UE) pada 2016 bukan karena adanya tekanan dari Rusia . Hal itu ditegaskan Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson setelah sebuah laporan menyatakan pemerintah telah gagal untuk menyelidiki apakah Moskow telah ikut campur dalam referendum Brexit .

"Orang-orang di negara ini tidak memilih untuk meninggalkan Uni Eropa karena tekanan dari Rusia atau campur tangan Rusia - mereka memilih karena mereka ingin mengambil kembali kendali," kata Johnson kepada anggota parlemen.

"Inggrislah yang memimpin dunia dengan hati-hati tentang campur tangan Rusia," tambahnya seperti dilansir dari Reuters, Rabu (22/7/2020).

Laporan yang disusun oleh Komite Intelijen dan Keamanan Parlemen Inggris itu mengatakan kemampuan dunia maya Rusia adalah masalah yang serius dan menimbulkan ancaman segera serta mendesak terhadap keamanan nasional.

Inggris telah merilis laporan tentang dugaan campur tangan Rusia dalam politiknya. Publikasi laporan itu sengaja ditunda sampai setelah Pemilihan Umum, yang dilaporkan untuk menghindari mencoreng wajah Partai Konservatif yang berkuasa. (Baca: Intervensi Rusia di Inggris: Mata-mata, Hack Pemilu hingga Pembunuhan )

Kremlin pun menanggapi laporan itu dengan mengatakan Moskow tidak pernah ikut campur dalam proses pemilu negara mana pun dan tidak akan mentolerir upaya campur tangan. (Baca: Dituding Intervensi Masalah Politik Inggris, Kremlin: Tuduhan Tidak Berdasar )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Ngeri, Mayat Korban...
Ngeri, Mayat Korban Kartel Digantung di Jembatan Meksiko Jelang Final Piala Dunia
Tegas! Wali Kota New...
Tegas! Wali Kota New York Zohran Mamdani: Netanyahu Penjahat Perang!
Rekomendasi
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved