Rusia Tagih Janji Trump Tarik Pasukan dari Suriah

Kamis, 28 Maret 2019 - 07:04 WIB
Rusia Tagih Janji Trump...
Rusia Tagih Janji Trump Tarik Pasukan dari Suriah
A A A
MOSKOW - Rusia balik menyerang Amerika Serikat (AS) saat didesak untuk menarik pasukannya dari Venezuela. Moskow mendesak Washington untuk memenuhi janjinya untuk menarik pasukan di Suriah sebelum memberikan pernyataan tentang tentara Rusia di Venezuela.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova mengatakan, Presiden Donald Trump harusnya terlebih dahulu memenuhi janjinya untuk menarik pasukan AS dari Suriah sebelum menyerukan Rusia untuk "keluar" dari Venezuela.

"Sebelum memberikan saran kepada seseorang untuk pergi dari suatu tempat, Amerika Serikat perlu menerapkan konsepnya sendiri untuk menarik diri, khususnya, dari Suriah. Sebulan telah berlalu. Saya ingin mereka mengklarifikasi apakah mereka telah menarik atau tidak? Sebelum mengambil alih kepentingan sah negara-negara lain, saya akan menyarankan pemerintah AS memenuhi janji yang dibuat kepada masyarakat internasional", kata Zakharova seperti dikutip dari Sputnik, Kamis (28/3/2019).

Zakharova menyatakan AS memicu kekacauan global dengan langkah-langkah yang kacau dan tak terduga.

Zakharova juga mengatakan bahwa negara-negara Barat bersikap munafik ketika mereka mengklaim bahwa Venezuela membutuhkan bantuan kemanusiaan, tetapi bagaimanapun juga membekukan rekening bank Caracas di seluruh dunia.

"London, struktur perbankan dunia, di bawah tekanan dari Washington, telah membekukan, mencuri USD30 miliar, dan sekarang mereka menawarkan bantuan kemanusiaan, obat-obatan, makanan dengan uang receh milik negara ini. Dan kemunafikan global ini fantastis," kata Zakharova.

Pada hari Sabtu, sekelompok personel militer Rusia tiba di Ibu Kota Venezuela, Caracas, untuk ambil bagian dalam konsultasi dengan para pejabat negara mengenai kerja sama industri pertahanan. Menurut laporan media, sekitar 100 staf militer Rusia tiba di Caracas dengan naik dua pesawat, yang juga mengantarkan 35 ton kargo.

Baca juga: Bawa Tentara, Dua Pesawat Rusia Mendarat di Venezuela

Trump mengatakan pada pertemuan di Gedung Putih pada hari Rabu bahwa Rusia harus keluar dari Venezuela. Ketika ditanya bagaimana hal itu dapat dilakukan, dia menambahkan bahwa semua opsi terbuka.

Baca juga: Trump: Pasukan Rusia Harus Keluar dari Venezuela

Pasukan AS telah beroperasi di Suriah sebagai bagian dari koalisi internasional untuk memerangi kelompok teroris ISIS selama sekitar lima tahun tanpa izin dari Damaskus atau Dewan Keamanan PBB. Trump mengejutkan sekutunya pada bulan Desember dengan mengumumkan penarikan 2.000 tentara dari Suriah.
(ian)
Berita Terkait
Dua Kapal Perang Iran...
Dua Kapal Perang Iran dengan Tujuan Venezuela, Ubah Arah ke Suriah
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Rusia Siap Bantu Venezuela...
Rusia Siap Bantu Venezuela Selidiki Invasi Tentara Bayaran AS
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
Operasi AS: Demi Berantas...
Operasi AS: Demi Berantas Narkoba atau Incar Minyak Venezuela?
Rusia: AS Tolak Hadiri...
Rusia: AS Tolak Hadiri Pertemuan Bahas Situasi Suriah
Berita Terkini
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
40 menit yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
1 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
2 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
3 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
4 jam yang lalu
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
5 jam yang lalu
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved