Rusia Siap Bantu Venezuela Selidiki Invasi Tentara Bayaran AS

Rabu, 13 Mei 2020 - 20:34 WIB
loading...
Rusia Siap Bantu Venezuela...
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Foto/BBC
A A A
MOSKOW - Rusia akan mempertimbangkan permintaan Venezuela untuk membantu penyelidikan invasi oleh tentara bayaran Amerika Serikat (AS). Hal itu diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov.

"Kami dan negara-negara lain memberikan bantuan kemanusiaan kepada Venezuela, termasuk obat-obatan," kata Lavrov pada konferensi pers setelah pertemuan para menteri luar negeri Persemakmuran Negara Merdeka (CIS).

"Sehubungan dengan bentuk-bentuk kerja sama lainnya, untuk menjawab pertanyaan Anda tentang penyelidikan invasi Venezuela oleh tentara bayaran yang ditugaskan untuk sabotase, serangan teroris dan penggulingan presiden yang sah, dinas khusus kami telah berhubungan, dan jika ada permintaan, berdasarkan perjanjian yang relevan, untuk bantuan tersebut dalam kasus seperti itu, tentu saja, itu akan dipertimbangkan," tutur Lavrov seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (13/5/2020).

Pada 3 Mei, Menteri Dalam Negeri Venezuela Nestor Reverol mengatakan upaya invasi maritim oleh militan Kolombia telah dicegah ketika mereka mencoba mendekati bagian utara negara bagian La Guaira dengan kapal cepat. Delapan militan tewas, dan beberapa lainnya ditahan dalam operasi balasan. Salah satu orang yang ditahan adalah warga negara Amerika Serikat (AS) Luke Denman.

Denman, yang bekerja untuk Silvercorp USA, mengatakan selama interogasi bahwa tujuan kelompok itu adalah untuk merebut bandara Caracas dan mengendalikannya sampai Presiden Venezuela Nicolas Maduro diterbangkan ke AS.

Pada gilirannya, Kolombia membantah keterlibatan dalam invasi yang gagal tersebut, dengan Kementerian Luar Negeri negara itu mengatakan dalam sebuah pernyataan pada 3 Mei bahwa pemerintah Venezuela hanya berusaha untuk mengalihkan perhatian dari "krisis internal" di negara itu.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
5 Fakta Trump Ingin...
5 Fakta Trump Ingin Membeli Kepulauan Chagos yang Sangat Strategis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
1 Anggota Pasukan Perdamaian...
1 Anggota Pasukan Perdamaian PBB Tewas, 2 Terluka Akibat Serangan Artileri di Lebanon
Harga Minyak Dunia Melonjak...
Harga Minyak Dunia Melonjak usai Iran Serang Israel, Brent Tembus 95 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Awkarin Mangkir dari...
Awkarin Mangkir dari Panggilan Polisi Terkait Kasus Hanania Travel, Ini Penjelasan Polisi
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Maksimalkan Potensi...
Maksimalkan Potensi Sumber Daya Mineral, Pemerintah Didorong Segera Buka Lelang WIUP Muratara
Berita Terkini
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved