Ekstradisi Bos Huawei, China Kirim Peringatan ke Kanada

Minggu, 03 Maret 2019 - 04:42 WIB
Ekstradisi Bos Huawei,...
Ekstradisi Bos Huawei, China Kirim Peringatan ke Kanada
A A A
BEIJING - Sidang ekstradisi terhadap eksekutif telekomunikasi China siap mendorong hubungan Kanada dengan Beijing ke posisi terendah. Peringatan itu disampaikan oleh diplomat senior China.

"Ini adalah insiden politik yang parah," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang seperti dikutip dari Washington Examiner, Minggu (3/3/2019).

Pernyataan ini muncul sebagai tanggapa terhadap keputusan Kanada yang menyetujui dan melanjutkan sidang ekstradiri terhadap Meng Wanzhou, kepala keuangan perusahaan telekomunikasi China Huawei. Wanzhou diburu AS atas tuduhan menghindari sanksi Washington terhadap Iran.

Wanzhou adalah tokoh terkemuka di kalangan Komunis sebagai pejabat tinggi di perusahaan teknologi perintis yang oleh pemerintahan Presiden Trump dianggap sebagai ancaman keamanan dunia maya karena hubungannya dengan dinas mata-mata China dan putri pendirinya, miliarder Ren Zhengfei.

"AS dan Kanada telah menyalahgunakan perjanjian ekstradisi bilateral mereka dan secara sewenang-wenang mengambil tindakan wajib terhadap warga negara China, yang merupakan pelanggaran serius terhadap hak hukum dan kepentingan warga negara China," kata diplomat top China itu.

Kanada sendiri membantah adanya bias politik dalam penanganan kasus Wanzhou.

"Keputusan itu mengikuti tinjauan menyeluruh dan detail dari bukti dalam kasus ini," kata Departemen Kehakiman Kanada.

"Departemen merasa puas bahwa persyaratan yang ditetapkan oleh Undang-Undang Ekstradisi guna penerbitan Otoritas untuk Diproses telah dipenuhi dan ada bukti yang cukup untuk diajukan kepada hakim ekstradisi untuk diputuskan," sambungnya.

Baca juga: Kanada Setujui Proses Ekstradisi Bos Huawei, China Berang

Jika pengadilan Kanada menyimpulkan bahwa kasus terhadap Meng cukup kuat, maka ia akan dikirim ke AS untuk dituntut di bawah hukum federal.

"Partai Komunis China telah memberikan tekanan besar pada sekutu Kanada kami untuk membebaskannya, tetapi keseriusan tuduhan terhadapnya layak atas pengawasan yang mereka terima," kata Senator AS Ted Cruz.

"Amerika Serikat akan mengejar dan mengadili para pembobol sanksi dan, jika pengadilan Kanada menyetujui ekstradisi Wanzhou, dia akan mengalami sesuatu yang tidak pernah didapat oleh warga negara China: proses hukum yang adil dan terbuka," singgungnya.

Pejabat China menahan dua orang warga Kanada tidak lama setelah penangkapan Wanzhou, sebagai bentuk tindakan pembalasan.

China menyatakan frustrasi bahwa Kanada tidak menyerah di bawah tekanan. "Pihak China menyesalkan dan dengan tegas menentang pihak Kanada yang dengan gigih bergerak maju yang disebut proses peradilan ekstradisi terhadap Meng Wanzhou dan telah mengajukan perwakilan tegas," kata Lu.

Seorang pejabat publik yang selaras dengan pemerintah China memperkirakan tindakan hukuman lebih lanjut.

"Seluruh dunia tahu bahwa Trump menggunakan kasus ini sebagai alat tawar-menawar, dan itu jelas merupakan masalah politik, tetapi pemerintah Kanada tidak dapat membuat keputusan yang bijak, yang membuat kami sangat marah," ujar James Wu, presiden eksekutif Asosiasi Persahabatan Kota Kanada China.

"Hubungan antara Kanada dan China telah rusak, dan hal ini akan semakin merusak hubungan persahabatan antara kedua negara," imbuhnya.
(ian)
Berita Terkait
China Dakwa 2 Warga...
China Dakwa 2 Warga Kanada Lakukan Aksi Spionase
China Dakwa Dua Warga...
China Dakwa Dua Warga Kanada dengan Dugaan Spionase, Trudeau Kecewa Berat
Bos Huawei Bebas, China...
Bos Huawei Bebas, China Lepaskan Dua Warga Kanada
Dituduh Lakukan Spionase,...
Dituduh Lakukan Spionase, China Segera Adili Dua Warga Kanada
PM Kanada Tolak Bebaskan...
PM Kanada Tolak Bebaskan Bos Huawei
Balas Dendam, China...
Balas Dendam, China Usir Diplomat Top Kanada di Shanghai
Berita Terkini
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
35 menit yang lalu
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
1 jam yang lalu
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
2 jam yang lalu
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
2 jam yang lalu
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
3 jam yang lalu
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
5 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved