China Dakwa Dua Warga Kanada dengan Dugaan Spionase, Trudeau Kecewa Berat

Sabtu, 20 Juni 2020 - 17:34 WIB
loading...
China Dakwa Dua Warga...
PM Kanada Justin Trudeau kecewa berat China dakwa dua warganya dengan dugaan spionase. Foto/Kolase/Sindonews
A A A
OTTAWA - Perdana Menteri Kanada , Justin Trudeau mengatakan, ia sangat kecewa dengan China setelah mendakwa dua warga negaranya dengan dugaan spionase. Trudeau pun menyatakan akan terus menekan China untuk membebaskan keduanya.

Mantan diplomat Michael Kovrig dan pengusaha Michael Spavor ditangkap China pada akhir 2018 lalu atas tuduhan keamanan negara. Keduanya ditangkap setelah polisi Kanada menahan kepala pejabat keuangan Huawei Technologies Co, Meng Wanzhou, dengan surat perintah yang dikeluarkan Amerika Serikat (AS).

Sementara China menyatakan bahwa penahanan keduanya tidak terkait dengan Meng, mantan diplomat dan para ahli mengatakan mereka digunakan untuk menekan Kanada.

China telah berulang kali menyerukan pembebasan Meng, dan telah memperingatkan Kanada bahwa negara itu akan menghadapi konsekuensi karena membantu AS dalam kasusnya. (Baca: Dendam Bos Huawei Ditahan, China Tangkap Eks Diplomat Kanada )

Berbicara kepada wartawan di kota Quebec, Trudeau mengatakan bahwa sangat memalukan China tampaknya tidak memahami bahwa pemerintah di Kanada tidak dapat ikut campur dalam sistem peradilan.

"Kami akan melanjutkan untuk menekan pemerintah China agar menghentikan penahanan sewenang-wenang terhadap dua warga Kanada ini yang ditahan tanpa alasan lain selain pemerintah China kecewa dengan proses independen peradilan Kanada," katanya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (20/6/2020).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji...
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji Ditandatangani, China Uji Coba Rudal di Pasifik
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
Iran Ancam Beri Balasan...
Iran Ancam Beri Balasan Atas Serangan AS, IRGC Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-9
Kapal Tanker Raksasa...
Kapal Tanker Raksasa Diserang di Selat Hormuz, Qatar Panggil Diplomat Iran
Rekomendasi
FBI Bidik AFA di Tengah...
FBI Bidik AFA di Tengah Mimpi Argentina di Piala Dunia
Nurul Arifin Sebut Riset...
Nurul Arifin Sebut Riset SSI Bukti Bahlil Berhasil Terjemahkan Visi Prabowo ke Publik
Polri Usut 3 Kasus Besar...
Polri Usut 3 Kasus Besar Korupsi, Pakar: Siapa pun yang Menghalangi Harus Ditindak
Berita Terkini
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Infografis
Warga Palestina Kecewa...
Warga Palestina Kecewa Donald Trump Menang Pemilu AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved