Tegang soal Khashoggi, Warga Saudi Serukan Boikot Produk Turki

Selasa, 18 Desember 2018 - 13:33 WIB
Tegang soal Khashoggi,...
Tegang soal Khashoggi, Warga Saudi Serukan Boikot Produk Turki
A A A
RIYADH - Para warga Arab Saudi meluncurkan kampanye boikot produk Turki untuk memprotes sikap Ankara dalam kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Dalam kampanye melalui media sosial, mereka minta konsumen Saudi memilih produk lokal atau produk negara sahabat lainnya.

Publik Saudi, termasuk para aktivis, memprotes kebijakan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan terkait kasus pembunuhan Khashoggi yang sedang ditangani otoritas penegak hukum Riyadh.

Hastag #Saudis_rejecting_the_Turkish_Products telah bermunculan di media sosial dalam beberapa hari ini sebagai bagian dari kampanye tersebut.

Gerakan boikot produk Turki itu diklaim untuk "menghukum Presiden Erdogan" yang mereka sebut melakukan kebijakan negatif terhadap Arab Saudi. Para pengguna media sosial di negeri kaya minyak itu mempertanyakan mengapa publik harus membantu Ankara—yang ekonominya sedang jatuh—, yang telah mengambil posisi melawan negara Saudi.

"Ya, tentu saja kami harus memboikot produk mereka, kami menolak untuk membantu mereka berkomplot melawan kami!," tulis pengguna akun Twitter @Maj_al."Langkah pertama yang baik untuk menyingkirkan orang-orang munafik ini," lanjut dia sambil merilis gambar produk-produk Turki yang harus diboikot.

Sebagian pengguna media sosial di Saudi mengkritik Turki yang sibuk mengurusi urusan internal Kerajaan Saudi ketika Riyadh sedang gencar membangun masa depan.

"Produk Turki harus diboikot," tulis pengguna Twitter lain dengan menuding Ankara berkonspirasi melawan Arab Saudi.

"Karena Anda, orang-orang Saudi memboikot barang dan turis Turki," tulis pengguna akun Twitter @abady474, yang mengomentari berita gerakan boikot produk Turki yang menampilkan foto Erdogan.

Seorang pengguna Twitter yang dikutip Al Arabiya, Senin (17/12/2018), menyatakan membeli produk Turki sama halnya mendukung terorisme. Komentar itu diduga terkait pembelaan pemerintah Erdogan terhadap Qatar yang dituduh Riyadh mendukung terorisme.

"Karena tindakan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Arab Saudi dan upayanya untuk mendiskreditkan dunia dan dunia Muslim pada khususnya, kami akan memboikot pariwisata Turki dan produk-produk Turki, kemenangan bagi kami," tulis pengguna akun @ MBS_alasmi999

"Bagaimana jika lebih dari 20 juta orang Saudi memboikot produk dan pariwisata Turki?," imbuh komentar pengguna Twitter lainnya."Itu akan menjadi tamparan di wajah bagi Erdogan dan siapa saja yang berpikir untuk menyinggung kerajaan, kepemimpinannya atau orang-orangnya, kita akan berdiri bersama."

Khashoggi, wartawan pengkritik pemerintah Saudi, tewas dibunuh di Konsulat Saudi di Istanbul 2 Oktober 2018. Pemerintah Riyadh mengutuk pembunuhan itu dan menyatakannya sebagai "operasi nakal" yang melibatkan oknum intelijen. Pemerintah menegaskan Putra Mahkota Mohammed bin Salman tak mengetahui rencana operasi itu dan tidak terlibat sama sekali.

Namun, pemerintah Turki gencar mengkritik Riyadh termasuk mempertanyakan tidak segera diungkapnya dalang pembunuhan jurnalis tersebut. Presiden Erdogan dalam komentar kerasnya pernah menyebut pembunuhan itu diperintahkan pejabat di level tertinggi, namun bukan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saudi. Komentar Erdogan itu juga tidak menyebut langsung Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
(mas)
Berita Terkait
Putra Mahkota Arab Saudi...
Putra Mahkota Arab Saudi Tiba di Turki, Kasus Khashoggi Ditutup?
Pernah Seteru soal Khashoggi,...
Pernah Seteru soal Khashoggi, Erdogan Hendak Kunjungi Arab Saudi
Jamal Khashoggi, Jurnalis...
Jamal Khashoggi, Jurnalis Arab Saudi yang Dibunuh Secara Misterius
Istri Khashoggi Desak...
Istri Khashoggi Desak Turki Serahkan Bukti Pembunuhan Suaminya
Pembunuh Khashoggi Dilaporkan...
Pembunuh Khashoggi Dilaporkan Tinggal di Vila Bintang Tujuh Riyadh
BREAKING NEWS-Pria Arab...
BREAKING NEWS-Pria Arab Saudi Tersangka Pembunuhan Khashoggi Ditangkap di Prancis
Berita Terkini
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
32 menit yang lalu
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
1 jam yang lalu
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
1 jam yang lalu
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
2 jam yang lalu
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
2 jam yang lalu
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
3 jam yang lalu
Infografis
Bayraktar Kizilelma...
Bayraktar Kizilelma Turki, Jet Tempur Nirawak Pertama di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved