Turki Bagikan Rekaman Pembunuhan Khashoggi ke AS dan Saudi

Sabtu, 10 November 2018 - 22:51 WIB
Turki Bagikan Rekaman...
Turki Bagikan Rekaman Pembunuhan Khashoggi ke AS dan Saudi
A A A
ANKARA - Presiden Turki, Recep Tayyep Erdogan, mengatakan telah memberikan rekaman audio pembunuhan Jamal Khashoggi kepada Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara lain. Jamal Khashoggi adalah wartawan Arab Saudi yang tewas di konsulat negara itu di Istanbul pada bulan lalu.

Selain ke AS, dikatakan oleh Erdogan, salinan rekaman itu diberikan kepada Prancis, Inggris, Jerman dan Arab Saudi. Erdogan juga mengulangi keyakinannya bahwa Arab Saudi tahu siapa yang bertanggung jawab atas pembunuhan yang terjadi pada 2 Oktober lalu itu dan harus mengungkapkannya.

"Kami memberi mereka rekaman. Kami memberikannya kepada Arab Saudi, ke Amerika, ke Jerman, Prancis, ke Inggris, kepada mereka semua," kata Erdogan sebelum berangkat ke Paris untuk menghadiri upacara menandai peringatan ke-100 akhir Perang Dunia I.

"Mereka (pejabat Saudi) juga mendengarkan percakapan dan mereka tahu. Tidak perlu untuk mendistorsi ini. Mereka tahu pasti siapa di antara 15 orang pembunuh atau pelaku pembunuhnya," imbuhnya seperti dikutip dari London Evening Standard, Sabtu (10/11/2018).

Erdogan mengacu pada dugaan 15 anggota tim pembunuh yang diyakini Turki dikirim untuk membunuh Khashoggi di Konsulat Arab Saudi. Khashoggi mendatangi konsulat Saudi untuk mendapatkan surat guna menikahi tunangannya di Turki.

Turki berupaya meminta ekstradisi 18 tersangka yang telah ditahan di Arab Saudi, sehingga mereka dapat diadili di Turki. Mereka termasuk 15 orang yang diduga anggota tim pembunuh.

Erdogan menuduh jaksa kepala Arab Saudi, yang dikirim ke Istanbul bulan lalu sebagai bagian dari penyelidikan bersama, menggunakan "taktik menunda".

"Arab Saudi perlu menerima bahwa (pembunuh) berada di antara 18 tersangka dan perlu menyingkirkan kecurigaan dengan menanggapi niat baik Turki dan bertindak adil," ujar Erdogan.

Keberadaan rekaman itu bocor ke media, tetapi tidak pernah dikonfirmasi secara terbuka sampai sekarang. Bulan lalu, Direktur CIA Gina Haspel yang mengunjungi Turki untuk informasi tentang penyelidikan, dilaporkan telah mendengar rekaman audio pembunuhan tersebut.

Turki mengatakan Khashoggi, yang kritis terhadap Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, dicekik dan dipotong-potong di konsulat sebagai bagian dari pembunuhan berencana. Laporan media menyatakan bahwa tubuhnya mungkin telah dilarutkan dengan cairan kimia.

Arab Saudi telah bersikeras selama berminggu-minggu setelah Khashoggi menghilang bahwa dia telah keluar dari konsulat, sebelum mengubah pernyataannya untuk mengatakan dia meninggal dalam perkelahian.

Bulan lalu, Arab Saudi mengakui bukti yang dimiliki Turki menunjukkan bahwa pembunuhan Khashoggi telah direncanakan. Saudi pun kembali mengubah penjelasannya dalam upaya nyata untuk meredam kemarahan internasional atas kematian Khashoggi.

Para pejabat Saudi menyebut pembunuhan itu sebagai operasi jahat yang dilakukan oleh agen Saudi yang melebihi otoritas mereka.

Namun beberapa dari mereka yang terlibat dalam pembunuhan itu diketahui mempunyai kedekatan dengan putra mahkota. Salah satu pelaku yang terlihat di konsulat sebelum pembunuhan Khashoggi bahkan menjadi anggota rombongan pangeran dalam perjalanan luar negeri.
(ian)
Berita Terkait
Tunangan Khashoggi Peringatkan...
Tunangan Khashoggi Peringatkan Biden: Jangan Letakkan Minyak di Atas Prinsip
Anggota Dewan Kota Usulkan...
Anggota Dewan Kota Usulkan Nama Jalan Kedubes Saudi Diganti jadi Khashoggi
Jamal Khashoggi, Jurnalis...
Jamal Khashoggi, Jurnalis Arab Saudi yang Dibunuh Secara Misterius
Istri Khashoggi Desak...
Istri Khashoggi Desak Turki Serahkan Bukti Pembunuhan Suaminya
New York Times: Pembunuh...
New York Times: Pembunuh Khashoggi Terima Pelatihan Paramiliter di AS
Putra Mahkota Arab Saudi...
Putra Mahkota Arab Saudi Tiba di Turki, Kasus Khashoggi Ditutup?
Berita Terkini
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS di Suriah, Hancurkan Radar dan Helikopter
26 menit yang lalu
Presiden Israel Ingin...
Presiden Israel Ingin Berdamai dengan Arab Saudi: Saya Menghormati Mohammed bin Salman
34 menit yang lalu
Israel Marah atas Runtuhnya...
Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan
1 jam yang lalu
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
3 jam yang lalu
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
4 jam yang lalu
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved