Khashoggi Diduga Dibunuh, Saudi Dikabarkan Bakal Ganti Putra Mahkota

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 00:08 WIB
Khashoggi Diduga Dibunuh,...
Khashoggi Diduga Dibunuh, Saudi Dikabarkan Bakal Ganti Putra Mahkota
A A A
PARIS - Kerajaan Arab Saudi dilaporkan berencana mengganti posisi Putra Mahkota yang saat ini dijabat Mohammed bin Salman. Rencana ini sebagai imbas dari dugaan pembunuhan wartawan pengkritik kerajaan, Jamal Khashoggi, di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Surat kabar Prancis, Le Figaro pada Jumat (19/10/2018), mengutip sumber diplomatik di Paris menyatakan posisi Mohammed bin Salman (MbS) akan digantikan oleh saudaranya, Khalid.

Beberapa sumber mengatakan bahwa Dewan Kesultanan Saudi secara diam-diam menghadiri pertemuan untuk membahas hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi, yang diduga dibunuh atas perintah dari MbS.

Dewan Kesultanan Saudi, yang menunjuk MbS sebagai putra mahkota yang baru tahun lalu dengan melanggar aturan umum suksesi, sekarang berencana untuk menunjuk Khalid bin Salman sebagai Putra Mahkota. Khalid saat ini tercatat sebagai Duta Besar Saudi untuk Amerika Serikat (AS) dan Wakil Putra Mahkota.

Salah satu sumber Saudi menjelaskan kepada Le Figaro bahwa jika Khalid diangkat, itu berarti bahwa MbS akan meninggalkan posisinya pada tahun-tahun mendatang. Dengan cara ini, kekuasaan tetap ada di keluarga Salman.

Menurut laporan itu, Khalid, yang populer baik di dalam maupun di luar negeri, secara bertahap akan mengambil alih posisi saudaranya dan menggantikannya di perjalanan suksesi.

Khalid, 28, telah terbang ke Riyadh pekan lalu. Menurut laporan The New York Times dia tidak akan kembali ke AS sebagai duta Saudi.

Sebelumnya, Pangeran Arab Saudi yang membangkang, Khalid bin Farhan al-Saud, menuding Raja Salman bin Abdulaziz yang memerintahkan pembunuhan terhadap Jamal Khashoggi. Dia juga menyebut MbS sebagai pelaksana dari perintah tersebut.

Dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Jerman, DW, Pangeran Khalid bin Farhan menggambarkan Raja Salman sebagai penguasa agak tiran yang menggunakan kekerasan karena tidak memiliki pengalaman politik.

"Tapi, sayangnya, dia adalah penguasa. Ketika dia menjadi raja, dia menerapkan metode yang serupa dengan yang dia gunakan ketika dia menjadi gubernur Provinsi Riyadh,” ujar Khalid bin Farhan yang kini tinggal di Jerman.

Menurutnya, Khashoggi "dihukum" atas perintah langsung Raja Salman. "Seandainya Khashoggi terbunuh, para pembunuh akan menerima otorisasi langsung dari kepala negara," katanya.
(mas)
Berita Terkait
Jamal Khashoggi, Jurnalis...
Jamal Khashoggi, Jurnalis Arab Saudi yang Dibunuh Secara Misterius
Istri Khashoggi Desak...
Istri Khashoggi Desak Turki Serahkan Bukti Pembunuhan Suaminya
Putra Mahkota Arab Saudi...
Putra Mahkota Arab Saudi Tiba di Turki, Kasus Khashoggi Ditutup?
Pernah Seteru soal Khashoggi,...
Pernah Seteru soal Khashoggi, Erdogan Hendak Kunjungi Arab Saudi
Pembunuh Khashoggi Dilaporkan...
Pembunuh Khashoggi Dilaporkan Tinggal di Vila Bintang Tujuh Riyadh
BREAKING NEWS-Pria Arab...
BREAKING NEWS-Pria Arab Saudi Tersangka Pembunuhan Khashoggi Ditangkap di Prancis
Berita Terkini
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
18 menit yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
1 jam yang lalu
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
2 jam yang lalu
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
3 jam yang lalu
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
4 jam yang lalu
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
4 jam yang lalu
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved