Senator AS Tuduh Putra Mahkota Saudi Perintahkan Pembunuhan Khashoggi

Rabu, 17 Oktober 2018 - 04:29 WIB
Senator AS Tuduh Putra...
Senator AS Tuduh Putra Mahkota Saudi Perintahkan Pembunuhan Khashoggi
A A A
WASHINGTON - Senator Amerika Serikat (AS) Lindsey Graham, sekutu dekat Presiden Donald Trump di Partai Republik, menuduh Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman memerintahkan pembunuhan terhadap jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi .

Graham menyebut putra Raja Salman itu dengan sebutan " putra mahkota nakal". Menurutnya, sosok Mohammed bin Salman membahayakan hubungan Riyadh dengan Washington.

Banyak anggota Kongres AS telah mengeluarkan kritik keras terhadap Kerajaan Saudi sejak Khashoggi hilang di Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.

Graham menyalahkan langsung putra mahkota, yang dikenal dengan inisialnya MbS. Dia berencana untuk berbagi pandangannya dengan Presiden Trump dan menganjurkan untuk menunda penjualan senjata.

"Tidak ada yang terjadi di Arab Saudi tanpa diketahui oleh MbS," katanya dalam wawancara dengan Fox News, yang dikutip Rabu (17/10/2018).

"Saya telah menjadi bek terbesar mereka di lantai Senat Amerika Serikat," kata Graham.

"Orang ini adalah bola yang merusak. Dia membunuh orang ini (Khashoggi) di konsulat di Turki dan mengharapkan saya mengabaikannya. Saya merasa dimanfaatkan dan disalahgunakan," kata Graham.

"Figur MbS bagi saya racun. Dia tidak pernah bisa menjadi pemimpin dunia di panggung dunia," papar Graham.

Pemerintah Arab Saudi telah menyangkal bahwa mereka memiliki peran apa pun dalam penghilangan Khashoggi. Tapi minggu lalu, 22 senator mendesak Trump membuka penyelidikan di bawah undang-undang bernama Global Magnitsky Human Rights Accountability Act. Penerapan UU itu bisa berbuah sanksi AS terhadap individu, negara atau kelompok yang melakukan kejahatan terhadap HAM.

Trump menduga Khashoggi dibunuh oleh "pembunuh nakal". Dalam percakapan telepon dengan MbS, Trump mengatakan bahwa putra Raja Salman itu membantah mengetahui apa yang terjadi di Konsulat Saudi pada hari di mana Khashoggi dinyatakan hilang.

"Ya, ini bukan pembunuh nakal, ini adalah putra mahkota nakal," kata Graham. "Saya akan menangguhkan penjualan senjata selama dia bertanggung jawab."

Menurutnya, Raja Salman dihormati di Arab Saudi, namun putra mahkota "sedang menarik tuas di sana".

Graham mengatakan dia tidak tahu apa yang akan dilakukan Trump tentang insiden Khashoggi. "Saya tahu apa yang akan saya lakukan. Saya akan menghukum mati Arab Saudi," kata Graham.

Menteri Luar Negeri AS Michael "Mike" Pompeo telah bertemu Raja dan Putra Mahkota Arab Saudi pada hari Selasa untuk membahas hilangnya Khashoggi. Diplomat top Amerika itu berterima kasih kepada Raja Salman yang membuka penyelidikan secara transparan.
(mas)
Berita Terkait
Tunangan Khashoggi Peringatkan...
Tunangan Khashoggi Peringatkan Biden: Jangan Letakkan Minyak di Atas Prinsip
Anggota Dewan Kota Usulkan...
Anggota Dewan Kota Usulkan Nama Jalan Kedubes Saudi Diganti jadi Khashoggi
Jamal Khashoggi, Jurnalis...
Jamal Khashoggi, Jurnalis Arab Saudi yang Dibunuh Secara Misterius
New York Times: Pembunuh...
New York Times: Pembunuh Khashoggi Terima Pelatihan Paramiliter di AS
Istri Khashoggi Desak...
Istri Khashoggi Desak Turki Serahkan Bukti Pembunuhan Suaminya
Putra Mahkota Arab Saudi...
Putra Mahkota Arab Saudi Tiba di Turki, Kasus Khashoggi Ditutup?
Berita Terkini
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
10 menit yang lalu
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
1 jam yang lalu
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
2 jam yang lalu
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
2 jam yang lalu
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
3 jam yang lalu
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
3 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved