Putin Sebut Sanksi Terbaru AS Tidak Masuk Akal

Kamis, 23 Agustus 2018 - 11:09 WIB
Putin Sebut Sanksi Terbaru...
Putin Sebut Sanksi Terbaru AS Tidak Masuk Akal
A A A
MOSKOW - Sanksi ekonomi Amerika Serikat (AS) terhadap Rusia tidak masuk akal. Hal itu dikatakan Presiden Rusia Vladimir Putin, menyuarakan harapan agar Washington akhirnya akan menyetujui dialog yang konstruktif.

Berbicara setelah berbicara dengan koleganya dari Finlandia Sauli Niinisto di Sochi, Putin menggambarkan pertemuan puncak Helsinki bulan lalu dengan Presiden AS Donald Trump sebagai sesuatu yang positif. Namun ia menyalahkan pemerintahan Trump karena terus menghantam Rusia dengan sanksi.

"Adapun pertemuan kami dengan Trump, saya melihatnya sebagai hal yang positif dan berguna," kata Putin.

"Tidak ada yang menduga bahwa semua masalah yang disengketakan dapat diselesaikan selama pertemuan dua jam, tetapi percakapan langsung dan pertukaran pendapat selalu berguna," imbuhnya seperti dikutip dari AP, Kamis (23/8/2018).

Bahkan ketika Trump telah mencari hubungan yang lebih dekat dengan Putin, pemerintahannya telah meningkatkan tekanan ekonomi pada Moskow atas tindakannya di Ukraina dan Suriah, serta dugaan Rusia berupaya ikut campur dalam pemilihan presiden AS tahun 2016 dan mengganggu demokrasi barat lainnya.

"Itu bukan hanya posisi presiden AS, tetapi dari apa yang disebut pendirian, kelas penguasa dalam arti luas dari kata yang penting," ujar Putin.

"Pembatasan AS adalah kontraproduktif dan tidak masuk akal, terutama terhadap negara seperti Rusia," ujarnya menambahkan bahwa Moskow mengharapkan Washington untuk menyadari ketidakbergunaan mereka dan terlibat dalam kerja sama yang konstruktif.

Pemerintah Trump telah menambahkan daftar sanksi yang semakin meningkat terhadap Rusia pada hari Selasa lalu. Dua perusahaan dan dua orang Rusia masuk dalam daftar hitam. Kesemuanya dicurigai berusaha menghindari sanksi AS sebelumnya yang diberlakukan pada Juni lalu sebagai tanggapan atas serangan dunia maya.

AS juga menjatuhkan sanksi kepada dua perusahaan pelayaran Rusia karena dicurigai melakukan bisnis dengan Korea Utara (Korut).
(ian)
Berita Terkait
Ancaman Nuklir Vladimir...
Ancaman Nuklir Vladimir Putin Membuat Amerika Serikat Gelisah
7 Orang Terdekat Vladimir...
7 Orang Terdekat Vladimir Putin yang Diblokir Amerika Serikat
Vladimir Putin Disambut...
Vladimir Putin Disambut Karpet Merah di Vietnam, Amerika Serikat Marah
Putin Bongkar Masalah...
Putin Bongkar Masalah Utama Rusia dengan Amerika Serikat
Rusia Beritahu Amerika...
Rusia Beritahu Amerika Serikat: Kami Latihan Kekuatan Nuklir!
Terungkap, Putin Berupaya...
Terungkap, Putin Berupaya Habisi Pembelot Rusia di Amerika Serikat
Berita Terkini
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
1 jam yang lalu
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
2 jam yang lalu
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
3 jam yang lalu
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
3 jam yang lalu
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
4 jam yang lalu
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
4 jam yang lalu
Infografis
Ini 3 Negara Musuh AS...
Ini 3 Negara Musuh AS yang Tidak Terkena Tarif Impor Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved