Kelompok Misterius Serang Markas G-5 di Mali, 6 Tentara Tewas
Sabtu, 30 Juni 2018 - 06:27 WIB
Kelompok Misterius Serang Markas G-5 di Mali, 6 Tentara Tewas
A
A
A
SEVARE - Markas pasukan G-5 (lima negara) di Mali diserang kelompok misterius. Sedikitnya enam tentara dan dua penyerang dilaporkan tewas.Serangan terjadi di markas pasukan G-5 Sahel di Kota Sevare, pada hari Jumat. Kementerian Pertahanan Mali mengatakan, sejumlah penyerang yang tidak diketahui menggunakan roket dan kendaraan yang dilengkapi bahan peledak menyerang kompleks markas.
Sesaat kemudian, baku tembak antara pasukan Mali dengan kelompok penyerang pecah. Markas G-5 Sahel menjadi rumah bagi pasukan Mali, Niger, Burkina Faso, Chad dan Mauritania.
Juru bicara militer Mali; Diaran Kone, seperti dikutip DPA, Sabtu (30/6/2018), awalnya mengatakan dua tentara dan dua "teroris" telah tewas.
Juru bicara G-5 Sahel, Abdoul Salam Diagana, mengatakan kepada worban tewas kemungkinan akan terus bertambah.
Dari kubu kelompok penyerang, dua orang tewas dan dua lainnya telah ditangkap.
Kekerasan oleh kelompok-kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan al-Qaeda dan ISIS terjadi di wilayah Sahel yang gersang dan jarang penduduk telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kelompok yang bertikai telah mengeksploitasi kekosongan keamanan di Mali utara untuk meluncurkan serangan di seluruh wilayah.
Negara-negara Barat, termasuk Prancis dan Amerika Serikat, telah memberikan dana yang signifikan kepada G-5 dalam upaya untuk memukul mundur kelompok-kelompok bersenjata. Pasukan G-5 jugta telah mengirim ribuan pasukan mereka ke zona itu.
Tetapi kekuatan pasukan G-5 tertatih-tatih oleh penundaan pembayaran uang dan koordinasi di antara negara-negara anggota.
Sesaat kemudian, baku tembak antara pasukan Mali dengan kelompok penyerang pecah. Markas G-5 Sahel menjadi rumah bagi pasukan Mali, Niger, Burkina Faso, Chad dan Mauritania.
Juru bicara militer Mali; Diaran Kone, seperti dikutip DPA, Sabtu (30/6/2018), awalnya mengatakan dua tentara dan dua "teroris" telah tewas.
Juru bicara G-5 Sahel, Abdoul Salam Diagana, mengatakan kepada worban tewas kemungkinan akan terus bertambah.
Dari kubu kelompok penyerang, dua orang tewas dan dua lainnya telah ditangkap.
Kekerasan oleh kelompok-kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan al-Qaeda dan ISIS terjadi di wilayah Sahel yang gersang dan jarang penduduk telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kelompok yang bertikai telah mengeksploitasi kekosongan keamanan di Mali utara untuk meluncurkan serangan di seluruh wilayah.
Negara-negara Barat, termasuk Prancis dan Amerika Serikat, telah memberikan dana yang signifikan kepada G-5 dalam upaya untuk memukul mundur kelompok-kelompok bersenjata. Pasukan G-5 jugta telah mengirim ribuan pasukan mereka ke zona itu.
Tetapi kekuatan pasukan G-5 tertatih-tatih oleh penundaan pembayaran uang dan koordinasi di antara negara-negara anggota.
(mas)