PBB Cemas Nasib Kesepakatan Nuklir Iran di Ujung Tanduk

Kamis, 28 Juni 2018 - 11:24 WIB
PBB Cemas Nasib Kesepakatan...
PBB Cemas Nasib Kesepakatan Nuklir Iran di Ujung Tanduk
A A A
NEW YORK - Tiga tahun setelah dengan dukungan suara bulan oleh Dewan Keamanan, kesepakatan nuklir Iran kini dipersimpangan jalan. Hal itu dikatakan oleh Rosemary DiCarlo, wakil sekretaris jenderal PBB untuk urusan politik.

"Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA), yang dicapai antara Inggris, China, Prancis, Jerman, Rusia, Amerika Serikat, Uni Eropa dan Iran pada Juli 2015 untuk memastikan program nuklir Iran akan secara eksklusif damai, ada di persimpangan jalan setelah keputusan Washington untuk mundur dari perjanjian," kata DiCarlo seperti dikutip dari Xinhua, Kamis (28/6/2018).

Berpidato di Dewan Keamanan dalam laporan kelima Sekretaris Jenderal Antonio Guterres tentang implementasi resolusi PBB yang mendukung JCPOA, DiCarlo mengatakan sejak perjanjian itu mulai berlaku pada 16 Januari 2016, Badan Energi Atom Internasional telah secara konsisten melaporkan bahwa Iran mematuhi komitmennya.

Dia mengulangi penyesalan sekretaris jenderal pada pengumuman AS serta seruannya kepada Iran untuk secara hati-hati mempertimbangkan kekhawatiran negara-negara anggota tentang kegiatan yang diduga bertentangan dengan pembatasan yang ditetapkan dalam resolusi.

DiCarlo mengatakan sekretariat telah menerima informasi dari dua negara anggota yang tidak teridentifikasi mengenai pasokan, penjualan, transfer atau ekspor ke Iran barang-barang penggunaan yang mungkin bertentangan dengan resolusi.

Laporan itu juga memasukkan informasi dari Israel dan Iran mengenai dua peluncuran misil Iran pada Januari 2018, penilaian PBB baru-baru ini terhadap rudal balistik Iran yang diluncurkan oleh pemberontak Houthi Yaman ke Arab Saudi, dan informasi dari Israel mengenai kemungkinan kehadiran pesawat tak berawak Iran di Suriah, dilaporkan jatuh setelah memasuki wilayah udara Israel pada bulan Februari.

Dalam debat berikutnya, para delegasi membahas lampiran B resolusi, yang berisi ketentuan untuk meningkatkan transparansi dan menciptakan suasana yang kondusif untuk implementasi penuh dari JCPOA.

Pada 8 Mei, Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk keluar dari perjanjian nuklir internasional dan berjanji untuk menerapkan kembali sanksi, termasuk embargo minyak, terhadap, Teheran, memicu kecaman global.
(ian)
Berita Terkait
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Sekjen PBB: Kesepakatan...
Sekjen PBB: Kesepakatan Nuklir Iran Penting untuk Keamanan Teluk
AS Ingin Hidupkan Sanksi...
AS Ingin Hidupkan Sanksi Iran Berdasar Perjanjian Nuklir, Rusia: Itu Konyol!
Pengawas Nuklir PBB...
Pengawas Nuklir PBB Desak Iran Lanjutkan Pembicaraan Nuklir yang Terhenti
Dubes AS: Tidak Ada...
Dubes AS: Tidak Ada Rencana Pertemuan dengan Iran di Sidang Umum PBB
Rouhani: Teman-teman...
Rouhani: Teman-teman Iran Harus Abaikan Sanksi AS Selama Pandemi
Berita Terkini
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
1 jam yang lalu
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
1 jam yang lalu
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
3 jam yang lalu
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
3 jam yang lalu
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
4 jam yang lalu
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
8 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved