Mahathir: Malaysia Bakal Terus Duduki Pulau Laut China Selatan

Rabu, 20 Juni 2018 - 16:19 WIB
Mahathir: Malaysia Bakal...
Mahathir: Malaysia Bakal Terus Duduki Pulau Laut China Selatan
A A A
KUALA LUMPUR - Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan negaranya merupakan pemilik pulau-pulau di Laut China Selatan yang jadi sengketa. Dia mengatakan Malaysia akan terus menduduki pulau-pulau tersebut.

Dalam wawancara dengan South China Morning Post, pemimpin berusia 92 tahun itu mengatakan bahwa negaranya akan terus mempertahankan pulau-pulau di Laut China Selata n dan tidak tertarik untuk menduduki yang lain.

“China mengklaim bahwa Laut China Selatan adalah milik mereka, tetapi pulau-pulau itu selalu dianggap sebagai milik kami sejak lama. Jadi kami ingin mempertahankannya," kata Mahathir kepada surat kabar yang berbasis di Hong Kong tersebut.

"Ada bebatuan tertentu yang kami kembangkan menjadi pulau. Dan kami berharap bahwa kami akan tetap berada di pulau-pulau itu, karena itu adalah bagian dari menjaga laut kami aman dari bajak laut dan yang lainnya," papar Mahathir yang dilansir Rabu (20/6/2018).

Malaysia memiliki klaim yang bertentangan dengan China yang mengklaim hampir di seluruh kawasan Laut China Selatan, jalur laut strategis yang menghasilkan USD5 triliun setiap tahun dari lalu lintas kapal perdagangan dunia.

Brunei, Filipina, Taiwan, dan Vietnam juga memiliki klaim yang bertentangan satu sama lain di wilayah itu.

Bulan lalu, militer China mendaratkan pesawat pembom di pulau-pulau yang disengketakan dan terumbu karang di Laut China Selatan sebagai bagian dari latihan militer. Tindakan Beijing itu telah memicu kekhawatiran di Vietnam dan Filipina.

Ketegangan meningkat lebih lanjut ketika Amerika Serikat mengirim kapal perang ke wilayah tersebut sebagai bagian dari operasi kebebasan navigasi.

Mahathir menyarankan bahwa satu cara untuk menjaga perdamaian di Laut China Selatan adalah agar patroli dengan perahu kecil, bukan dengan kapal perang.

"Kapal-kapal kecil itu, harus dilengkapi (senjata) untuk menghadapi bajak laut, bukan untuk berperang lagi," ujarnya.

"Saya pikir seharusnya tidak terlalu banyak kapal perang. Kapal perang menciptakan ketegangan," katanya.

“Suatu hari nanti, seseorang mungkin membuat beberapa kesalahan dan akan ada perkelahian, beberapa kapal akan hilang, dan mungkin ada perang. Kami tidak menginginkan itu," imbuh dia.

Ketika ditanya siapa yang harus terlibat dalam patroli, Mahathir mengatakan bahwa negara-negara dari ASEAN adalah pilihan otomatis karena seluruh laut tersebut dikelilingi oleh negara-negara ASEAN.

"Tetapi jika China ingin berpartisipasi dengan perahu kecil, mereka akan disambut. Siapa saja, bahkan AS, jika mereka ingin berpartisipasi, tetapi jangan membawa kapal perang ke sini," katanya.

Pemimpin Malaysia ini menyebut Selat Malaka yang diapit Indonesia dan Malaysia layak menjadi contoh untuk kasus Laut China Selatan.

“Kami tidak pernah mencoba menghentikan kapal-kapal yang lewat. Mereka disambut. Meskipun antara Malaysia dan Indonesia, kami dapat saja menamainya Selat Malaka ini sebagai 'Laut Malaysia-Indonesia', (tapi) kami tidak," ujarnya.

“Kami ingin itu terbuka karena bagus untuk perdagangan. Laut China Selatan juga bagus untuk negara-negara perdagangan," papar Mahathir.
(mas)
Berita Terkait
Malaysia Marah Lautnya...
Malaysia Marah Lautnya Dimasuki Kapal-kapal China
Dokumen Rahasia Berisi...
Dokumen Rahasia Berisi Ancaman China ke Malaysia Bocor, Apa yang Diperebutkan?
Kapal China Buntuti...
Kapal China Buntuti Kapal Malaysia di Laut China Selatan
Situasi Laut China Selatan...
Situasi Laut China Selatan Menegangkan, Malaysia Tembak Mati Nelayan Vietnam
5 Negara Protes Peta...
5 Negara Protes Peta Baru China yang Caplok Wilayah Sengketa
4 Negara yang Terimbas...
4 Negara yang Terimbas Peta Baru China, dari India hingga Malaysia
Berita Terkini
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
37 menit yang lalu
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
2 jam yang lalu
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
2 jam yang lalu
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
2 jam yang lalu
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
3 jam yang lalu
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
4 jam yang lalu
Infografis
Pakistan Bakal Borong...
Pakistan Bakal Borong 40 Jet Tempur Siluman J-35A China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved