Langgar Gencatan Senjata di Daraa, AS Bakal 'Hukum' Rezim Suriah

Minggu, 27 Mei 2018 - 04:19 WIB
Langgar Gencatan Senjata...
Langgar Gencatan Senjata di Daraa, AS Bakal 'Hukum' Rezim Suriah
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menyatakan akan bersikap tegas jika Damaskus melanggar gencatan senjata di Daraa. Wilayah Daraa saat ini tengah menikmati gencatan snejata yang dinegosiasikan setelah pertemuan Presiden AS Donald Trump dan koleganya dari Rusia, Vladimir Putin pada Juli 2017 lalu.

Wilayah itu, yang dikenal sebagai "tempat lahirnya revolusi" selama Arab Spring pada 2011, sekarang sebagian besar dikendalikan oleh berbagai organisasi anti-pemerintah.

Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan pernyataan yang mengatakan pihaknya khawatir oleh selebaran yang dilaporkan dijatuhkan oleh pesawat pemerintah di provinsi Daraa. Menurut laporan yang beredar di antara para pemantau pro-oposisi, selebaran menyerukan kepada para militan untuk menghentikan pertempuran dan berdamai dengan pemerintah Suriah. Jika tidak, mereka akan mempertaruhkan nyawa menuju kematian yang tidak terelakkan.

"Kami juga memperingatkan rezim Suriah terhadap tindakan apa pun yang berisiko memperluas konflik atau membahayakan gencatan senjata," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert, seperti dikutip dari Al Arabiya, Minggu (27/5/2018).

Nauert mencatat bahwa gencatan senjata telah ditegaskan kembali oleh Washington dan Moskow pada November lalu.

"Sebagai penjamin kawasan de-eskalasi ini dengan Rusia dan Yordania, Amerika Serikat akan mengambil tindakan tegas dan tepat dalam menanggapi pelanggaran rezim Assad," tambahnya.

Awal pekan ini, seorang juru bicara Komando Umum Angkatan Darat Suriah mengumumkan pembebasan menyeluruh Damaskus setelah para teroris ISIS digulingkan dari kubu mereka yang tersisa di distrik al-Yarmouk di Ibu Kota Suriah.

Provinsi Daraa, tempat kerusuhan anti-pemerintah pertama dimulai pada tahun 2011, kini hanya sebagian dikendalikan oleh Damaskus, sementara banyak faksi bersenjata dan organisasi teroris, termasuk ISIS, hadir di wilayah tersebut.
(ian)
Berita Terkait
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
2 Kelompok Pemberontak...
2 Kelompok Pemberontak Suriah yang Didanai Amerika Serikat, Benarkah Dibuat untuk Perdamaian?
Suriah Diterima Kembali...
Suriah Diterima Kembali ke Liga Arab, Amerika Serikat Kesal
Apakah Amerika Serikat...
Apakah Amerika Serikat Danai Pemberontak Suriah Gulingkan Assad? Ini Jawabannya
Rudal Hantam Pangkalan...
Rudal Hantam Pangkalan Militer Amerika Serikat di Suriah
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Berita Terkini
Kolombia Gempar, Wanita...
Kolombia Gempar, Wanita Hamil 8 Bulan Dibunuh dan Si Bayi Diculik dari Rahimnya
9 menit yang lalu
Indonesia Cs Serukan...
Indonesia Cs Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Bodoh dan Tolol!
1 jam yang lalu
Awalnya Merevisi, AS...
Awalnya Merevisi, AS Umumkan 18 Tentara Tewas dan 624 Lainnya Luka dalam Perang Melawan Iran
1 jam yang lalu
Ini Rudal Kheibar Shekan...
Ini Rudal Kheibar Shekan Iran yang Obrak-abrik Pangkalan AS: Misil Murah tapi Lebih Akurat
2 jam yang lalu
Anak 6 Tahun Meninggal...
Anak 6 Tahun Meninggal dalam Uji Coba Rekayasa Gen di China: Bayar Rp14 Miliar, Diinfus Triliunan Virus
3 jam yang lalu
Jenderal Iran: Negara-negara...
Jenderal Iran: Negara-negara di Seluruh Dunia yang Bantu AS Akan Jadi Target Sah
4 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved