Latihan Perang Filipina-AS Libatkan Jepang dan Australia

Jum'at, 20 April 2018 - 13:28 WIB
Latihan Perang Filipina-AS...
Latihan Perang Filipina-AS Libatkan Jepang dan Australia
A A A
MANILA - Latihan militer tahunan Filipina dan Amerika Serikat (AS) yang melibatkan ribuan pasukan akan diperluas untuk pertama kali bersama negara-negara lain. Beberapa negara yang akan terlibat adalah Jepang dan Australia yang akan bergabung pada latihan perang ke-34.

Filipina dan AS telah memiliki agenda tahunan "Balikatan" (bahu membahu) untuk menguji kesiapan militer mereka merespons ancaman, termasuk dalam penanganan bencana alam dan serangan militan. Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Manila menyatakan, Australia dan Jepang akan bergabung dalam latihan yang digelar di berbagai lokasi di pulau utama Luzon, dimulai pada 7 Mei. Australia dan Jepang merupakan aliansi AS di Asia. Inggris juga diundang untuk memantau latihan mitigasi bencana dan pasca-bencana.

Dua pekan latihan akan fokus pada pertahanan bersama, kontra-terorisme, bantuan kemanusiaan dan pemulihan bencana, serta menyediakan bantuan saat krisis yang membahayakan kesehatan dan keselamatan publik. "Para tentara dari AS, Australia, Jepang, dan Filipina telah memperbaiki sekolah-sekolah di empat provinsi utara Manila serta menyediakan layanan medis dan kesehatan gigi di wilayah perdesaan miskin," papar pernyataan Kedubes AS di Filipina, dikutip kantor berita Reuters.

Juru bicara militer Filipina Liezl Vidallon menjelaskan, empat negara akan saling bertukar informasi dan melakukan latihan penembakan peluru aktif. Latihan ini ditunda tahun lalu untuk merespons penghinaan Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada aliansi pertahanan AS dan Filipina. Duterte secara terbuka menunjukkan penentangannya pada AS dan yakin kehadiran militer AS dalam bentuk apapun di Filipina dapat berisiko menarik negaranya terseret dalam konflik, terutama dengan China yang sedang meningkatkan pertahanan maritim.

Duterte juga menunjukkan pujian kepada Rusia dan China serta mengundang kapal-kapal perang mereka datang ke Filipina untuk menggelar latihan. Duterte sejak menjabat sebagai presiden menunjukkan upayanya mendekat ke China dan Rusia sehingga Filipina mendapat sejumlah bantuan dari kedua negara tersebut.

Langkah Duterte itu pun mengkhawatirkan AS yang sebelumnya merupakan alian si Filipina. Kedekatan Duterte pada China dan Rusia dapat mengurangi pengaruh AS di negara tersebut serta kawasan.
(amm)
Berita Terkait
Negara-negara Asia Tenggara...
Negara-negara Asia Tenggara Sekutu Amerika Serikat
Media Amerika Serikat:...
Media Amerika Serikat: Vietnam Berisiko Gagal, Timnas Indonesia Punya Tugas Mudah
Melunak, Filipina Cabut...
Melunak, Filipina Cabut Ancaman Akhiri Pakta Militer dengan AS
Menhan Filipina Mengaku...
Menhan Filipina Mengaku Didesak China Hentikan Tinjauan Pakta Pertahanan dengan AS
AS-Filipina Gelar Pertemuan...
AS-Filipina Gelar Pertemuan Soal Perjanjian Pertahanan, China Waspada
Duterte Gantung Nasib...
Duterte 'Gantung' Nasib Perjanjian Kunjungan Pasukan AS
Berita Terkini
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
23 menit yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
1 jam yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
2 jam yang lalu
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
2 jam yang lalu
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
3 jam yang lalu
Surat Netanyahu Ungkap...
Surat Netanyahu Ungkap Upaya Israel Ganti Bantuan AS dengan Integrasi Militer: Rencana Saya
3 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved