AS-Filipina Gelar Pertemuan Soal Perjanjian Pertahanan, China Waspada
Kamis, 30 September 2021 - 23:08 WIB
loading...
AS-Filipina gelar pertemuan untuk meninjau perjanjian pertahanan, China waspada. Foto/Ilustrasi
A
A
A
MANILA - Pejabat militer Amerika Serikat (AS) dan Filipina telah mengadakan pembicaraan awal untuk menilai masa depan Perjanjian Pertahanan Bersama (Mutual Defense Treaty, MDT) mereka yang berusia 70 tahun, termasuk merevisinya. Langkah ini kemungkinan langkah akan membuat China waspada.
Perjanjian yang diteken pada tahun 1951 mewajibkan AS dan Filipina untuk saling membantu jika terjadi serangan. Para pejabat AS telah berulang kali meyakinkan rekan-rekan Filipina mereka bahwa mereka akan menghormati kewajiban perjanjian mereka jika pasukan, kapal dan pesawat Filipina diserang di Laut China Selatan yang disengketakan, termasuk oleh China.
Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana mengatakan perjanjian itu dapat dibatalkan, diganti atau direvisi setelah beberapa dekade. Perjanjian itu adalah aliansi tertua Amerika yang ada di Asia.
Baca juga: Menhan Filipina Mengaku Didesak China Hentikan Tinjauan Pakta Pertahanan dengan AS
“Diskusi awal telah dilakukan antara pejabat kedua militer untuk mencapai beberapa konsensus tentang bagaimana bergerak maju,” kata Lorenzana dalam rekaman video di forum online yang membahas masalah seputar perjanjian itu.
Perjanjian yang diteken pada tahun 1951 mewajibkan AS dan Filipina untuk saling membantu jika terjadi serangan. Para pejabat AS telah berulang kali meyakinkan rekan-rekan Filipina mereka bahwa mereka akan menghormati kewajiban perjanjian mereka jika pasukan, kapal dan pesawat Filipina diserang di Laut China Selatan yang disengketakan, termasuk oleh China.
Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana mengatakan perjanjian itu dapat dibatalkan, diganti atau direvisi setelah beberapa dekade. Perjanjian itu adalah aliansi tertua Amerika yang ada di Asia.
Baca juga: Menhan Filipina Mengaku Didesak China Hentikan Tinjauan Pakta Pertahanan dengan AS
“Diskusi awal telah dilakukan antara pejabat kedua militer untuk mencapai beberapa konsensus tentang bagaimana bergerak maju,” kata Lorenzana dalam rekaman video di forum online yang membahas masalah seputar perjanjian itu.
Lihat Juga :