Militer China dan Rusia Bersatu untuk Melawan AS

Rabu, 04 April 2018 - 04:28 WIB
Militer China dan Rusia...
Militer China dan Rusia Bersatu untuk Melawan AS
A A A
MOSKOW - Militer China memilih bersatu dengan militer Rusia untuk melawan Amerika Serikat (AS) dan sekutu Barat-nya. Beijing menyatakan dukungannya kepada Moskow saat ketegangan dengan Washington memanas.

Dukungan Beijing itu disampaikan menteri pertahanan baru China Wei Feng yang menghadiri Konferensi Keamanan Internasional Moskow yang telah digelar tujuh kali. Kedatangan Wei didampingi para pejabat senior militer China lainnya.

Dia menegaskan bahwa kunjungannya telah dikoordinasikan secara langsung dengan Presiden Xi Jinping. Ada dua pesan yang disampaikan Wei untuk Moskow di saat kedua negara sedang gencar memodernisasi peralatan tempurnya dan memperkuat pengaruh mereka dalam urusan global guna melawan pengaruh Washington.

"Saya mengunjungi Rusia sebagai menteri pertahanan baru China untuk menunjukkan kepada dunia tingkat perkembangan yang tinggi dari hubungan bilateral kita dan tekad yang kuat dari angkatan bersenjata kita untuk memperkuat kerja sama strategis," kata Wei dalam pertemuan dengan Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu, seperti dilansir kantor berita Itar-TASS.

"Kedua, untuk mendukung pihak Rusia dalam menyelenggarakan Konferensi Keamanan Internasional Moskow, pihak China telah datang untuk menunjukkan kepada Amerika hubungan dekat antara angkatan bersenjata China dan Rusia, terutama dalam situasi ini," ujarnya.

"Kami datang untuk mendukung Anda," kata Wei."Pihak China siap untuk mengekspresikan keprihatinan bersama dan posisi bersama kami dengan Rusia pada masalah-masalah internasional yang penting di tempat-tempat internasional juga."

Rusia dan China selama ini sering dianggap sebagai angkatan bersenjata terkuat kedua dan ketiga di dunia, di belakang AS. Di saat Pentagon mempertahankan keunggulan militernya, Moskow dan Beijing telah berkoordinasi dengan erat untuk mengejar dominasi Washington.

Selain meningkatkan kekuatan militernya sendiri di Eropa dan Asia, AS telah menggambarkan pengaruh Rusia dan Cina yang tumbuh di luar negeri sebagai serangan terhadap demokrasi. Barat telah menuduh Rusia ikut campur dalam pemilihan presiden AS tahun 2016 dan pemilu asing lainnya.

Washington juga membela Inggris dengan menuduh Moskow sebagai dalang serangan racun saraf terhadap mantan agen ganda Rusia Sergei Skripal di Salisbury, Inggris selatan pada 4 Maret 2018. Namun, Kremlin telah berulang kali membantah dan menuntut bukti atas tuduhan tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang mendesak AS dan sekutu Barat-nya menghindari mentalitas Perang Dingin dalam kasus Skripal.

"Pihak-pihak terkait harus menyerahkan fakta-fakta di balik insiden (terhadap) Skripal dan menyelesaikan sengketa dengan benar berdasarkan sikap saling menghormati," kata Geng.

"Komunitas internasional ditantang di banyak bidang hari ini. Mentalitas Perang Dingin dan konfrontasi kelompok adalah hal terakhir yang kita butuhkan. Kita semua harus bekerja sama untuk menjaga perdamaian dunia, stabilitas, keamanan dan membangun jenis hubungan internasional baru yang menunjukkan rasa saling menghormati," imbuh dia.
(mas)
Berita Terkait
Badan Mata-mata China:...
Badan Mata-mata China: Gadis Cantik Mungkin Perangkap Intelijen Asing
AS dan Inggris Bongkar...
AS dan Inggris Bongkar Metode Peretasan oleh Mata-mata Rusia
4 Efek Mata Uang Baru...
4 Efek Mata Uang Baru BRICS terhadap Dollar Amerika Serikat
Rusia: Kacamata Pintar...
Rusia: Kacamata Pintar Facebook Bisa Jadi Alat Mata-mata Amerika Serikat
AS Ingin Keluar dari...
AS Ingin Keluar dari Perjanjian Mata-mata Open Skies, China Beri Peringatan
Era Panjang Dominasi...
Era Panjang Dominasi Dolar AS Segera Berakhir, Bankir Rusia: Waktunya China
Berita Terkini
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
4 menit yang lalu
Dunia Tahu Israel Memiliki...
Dunia Tahu Israel Memiliki Senjata Nuklir, tapi Kenapa Diam Saja?
56 menit yang lalu
Mengapa Komunitas Internasional...
Mengapa Komunitas Internasional Tak Bisa Menghentikan Gazanisasi di Lebanon?
2 jam yang lalu
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
3 jam yang lalu
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
3 jam yang lalu
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
5 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved