AS Ingin Keluar dari Perjanjian Mata-mata Open Skies, China Beri Peringatan

Jum'at, 22 Mei 2020 - 18:26 WIB
loading...
AS Ingin Keluar dari...
Foto/Ilustrasi
A A A
BEIJING - Penarikan sepihak Washington dari Perjanjian Mata-mata Open Skies akan berdampak negatif terhadap keamanan dan stabilitas di bagian-bagian tertentu di dunia. Hal itu diungkapkan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian.

"Langkah seperti itu akan berdampak negatif pada keamanan dan stabilitas di kawasan tertentu," ujarnya.

"Kami sangat menyesalkan situasinya," tambah diplomat China itu seperti dikutip dari TASS, Jumat (22/5/2020).

Menurut Zhao Lijian rencana Washington untuk menarik diri dari perjanjian itu serta kecenderungan untuk mengambil langkah-langkah sepihak hanya menekankan bahwa pemerintah AS terjebak dalam era Perang Dingin.

"Itu juga menunjukkan bahwa Amerika Serikat mengabaikan kewajiban internasionalnya," tegas sang diplomat.

Sebelumnya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pada hari Kamis waktu setempat bahwa Washington bermaksud untuk menarik diri dari Perjanjian Open Skies. Perjanjian ini memungkinkan negara-negara anggota untuk melakukan penerbangan pengawasan atas wilayah satu sama lain untuk memverifikasi implementasi perjanjian pengendalian senjata.

Pihak berwenang AS mengutip dugaan pelanggaran Rusia terhadap perjanjian itu untuk membenarkan keputusan mereka. Namun Moskow telah berulang kali menolak tuduhan tersebut.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Houthi Umumkan Blokade...
Houthi Umumkan Blokade Laut Terhadap Arab Saudi
AS Akui Rudal Iran Makin...
AS Akui Rudal Iran Makin Canggih, Gagal Dicegat Sistem Pertahanan
Rekomendasi
Sambangi MI Raudhatul...
Sambangi MI Raudhatul Azhar, KB Bank Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini
Lewat Buku, Saddam Permana...
Lewat Buku, Saddam Permana Bongkar Kisah Masa Lalunya
Pernah Didiagnosis Depresi...
Pernah Didiagnosis Depresi Mayor, Saddam Permana Ceritakan Titik Terendah Hidupnya
Berita Terkini
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved