Kewarganegaraan Inggris Hilang, Algojo ISIS Geng Beatles Meradang

Sabtu, 31 Maret 2018 - 01:22 WIB
Kewarganegaraan Inggris...
Kewarganegaraan Inggris Hilang, Algojo ISIS Geng Beatles Meradang
A A A
DAMASKUS - Dua algojo kelompok ekstrimis ISIS anggota Geng Beatles mengecam pemerintah Inggris karena mencabut kewarganegaraan mereka. Mereka menyebut keputusan itu sebagai tindakan ilegal.

Alexanda Amon Kotey dan El Shafee Elsheikh ditahan di Suriah utara. Mereka ditangkap pada awal Januari di Suriah timur oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung Amerika Serikat (AS).

Baca juga:
Dua Algojo ISIS Geng 'Beatles' Ditangkap di Suriah


Kotey dan Elsheikh dituduh sebagai dua dari empat anggota geng Beatles. Mereka adalah algojo ISIS yang menangkap, menyiksa, serta membunuh para sandera termasuk pekerja bantuan dan jurnalis AS.

Kotey dan Elsheikh mengatakan mereka tidak mendapatkan pengadilan yang adil untuk mempertahankan kewarganegaraan mereka.

"Tidak ada pengadilan yang adil, ketika saya (disebut) 'The Beatle' di media. Tidak ada pengadilan yang adil," kata Elsheikh, yang menambahkan bahwa hilangnya kewarganegaraan mereka berarti mereka sekarang terbuka untuk eksekusi dan penyiksaan.

"Dibawa ke tanah asing dan diperlakukan dengan baik dan tidak ada yang menjamin bagimu," sambungnya.

"Ketika kamu memiliki dua orang yang bahkan tidak memiliki kewarganegaraan, jika kita menghilang suatu hari, di mana ibuku akan pergi dan mengatakan di mana putraku?" cetusnya seperti dikutip dari Sky News, Sabtu (31/3/2018).

Pasangan ini tidak mengakui terlibat dalam penyanderaan atau pemenggalan kepala. Sebaliknya, mereka mengaku sebagai korban propaganda media dengan melempar tuduhan kepada mereka. Keduanya mengatakan klaim itu dibuat sebagai dalih untuk membunuh mereka dengan serangan pesawat tak berawak.

Kotey mengatakan bahwa pembunuhan terhadap para sandera Barat di Suriah amat disesalkan dan bisa dihindari. Pria asal London barat ini menambahkan bahwa banyak orang di dalam ISIS tidak setuju dengan pembunuhan itu.

Ia mengatakan mungkin ada lebih banyak manfaat pada mereka yang ditangkap untuk digunakan sebagai tahanan politik.

"Saya tidak melihat manfaat dalam mengeksekusinya," katanya, sebelum menyalahkan pemerintah Barat karena gagal bernegosiasi dan mencatat bahwa beberapa sandera dibebaskan untuk uang tebusan.

Geng "Beatles" diyakini telah menahan lebih dari 20 sandera Barat dan menyiksa serta membunuh wartawan Amerika, Inggris dan Jepang serta pekerja bantuan pada tahun 2014 dan 2015.

Elsheikh melakukan perjalanan ke Suriah pada tahun 2012. Awalnya untuk bergabung dengan cabang al-Qaida sebelum pindah ke ISIS. Ia mendapat reputasi untuk teknik penyiksaan waterboarding dalam dokumen Departemen Luar Negeri AS.

Departemen Luar Negeri AS juga mengklaim Kotey bertugas sebagai penjaga untuk sel ISIS. Kotey kemungkinan terlibat dalam eksekusi yang dilakukan ISIS dan metode penyiksaan yang sangat kejam.

Penangkapan Kotey dan Elsheikh memicu perdebatan tentang di mana mereka harus diadili. AS telah menyerukan negara-negara asal pejuang asing untuk mengambil warga negara mereka kembali untuk diadili.

Namun, Pemerintah Inggris telah mengisyaratkan bahwa keduanya itu tidak boleh diizinkan kembali ke negara itu.
(ian)
Berita Terkait
Tak Setuju Serangan...
Tak Setuju Serangan Teror ISIS, Suami Shamima Begum Diam Saat Ditanya Aksi Penggal Kepala
Pengantin ISIS Shamima...
Pengantin ISIS Shamima Begum Memohon Pengampunan, Siap Bantu Inggris Perangi Terorisme
Anggota Grup Jagal ISIS...
Anggota Grup Jagal ISIS Berjuluk The Beatles Akan Diekstradisi ke AS
Dua Anggota Tim Jagal...
Dua Anggota Tim Jagal ISIS Berjuluk The Beatles Jalani Persidangan di AS
Inggris Kirim Bukti...
Inggris Kirim Bukti Terkait Algojo ISIS 'The Beatles' ke AS
Intelijen AS dan Inggris...
Intelijen AS dan Inggris Minta ISIS Serang Pangkalan Militer Rusia di Suriah
Berita Terkini
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
15 menit yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
1 jam yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
2 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
3 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
4 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
5 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved