Amnesty International Kecam Penjualan Senjata ke Arab Saudi

Jum'at, 23 Maret 2018 - 15:41 WIB
Amnesty International...
Amnesty International Kecam Penjualan Senjata ke Arab Saudi
A A A
LONDON - Kelompok hak asasi manusia, Amnesty International (AI), mengatakan menjual senjata ke Arab Saudi memiliki dampak yang sangat buruk terhadap warga sipil Yaman. Amerika Serikat (AS) dan Inggris sepakat untuk menjual senjata mereka ke Arab Saudi, yang telah terlibat secara militer dalam perang saudara tiga tahun di Yaman.

"Pejualan senjata telah menjadi kerugian besar bagi warga sipil Yaman selama perang," kata AI seperti dikutip dari Deutsche Welle, Jumat (23/3/2018).

AI menambahkan bahwa semua faksi yang bertikau, termasuk pemberontak Houthi yang didukung oleh Iran, telah melanggar hukum internasional.

Kelompok Houthi telah memerangi pemerintah yang diakui secara internasional dan bersekutu dengan koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi. Tak lama setelah Houthi menguasai Ibu Kota Yaman, Sanaa, koalisi pimpinan Saudi memulai kampanye pemboman udara terhadap pasukan pemberontak.

"Tiga tahun kemudian, konflik Yaman tidak menunjukkan tanda-tanda nyata mereda, dan semua pihak terus menimbulkan penderitaan yang mengerikan pada penduduk sipil," kata Lynn Maalouf, direktur riset Amnesty Timur Tengah.

"Sekolah dan rumah sakit terbaring dalam reruntuhan, ribuan orang kehilangan nyawa dan jutaan orang mengungsi dan sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan," sambungnya.

"Tetapi ini tidak menghalangi AS, Inggris dan negara-negara lain, termasuk Perancis, Spanyol dan Italia, dari melanjutkan transfer senjata bernilai miliaran dolar," Maalouf menambahkan.

"Serta kehidupan sipil yang menghancurkan, ini menjadi ejekan dari Perjanjian Perdagangan Senjata global," tukasnya.

Jet tempur F-15 dari Amerika Serikat dan Tornado Inggris adalah salah satu senjata paling mematikan di gudang senjata Arab Saudi.

Beberapa jam sebelum laporan AI dirilis, pemerintah Jerman menyetujui penjualan delapan kapal patroli ke Arab Saudi meskipun ada larangan ekspor yang disetujui sebelumnya karena keterlibatan negara itu dalam perang sipil Yaman.

Partai-partai koalisi di pemerintahan Jerman yang baru disepakati selama negosiasi mereka untuk tidak menjual senjata ke negara-negara yang terlibat dalam perang Yaman. Tetapi klausul dalam perjanjian itu mengecualikan pembelian yang sudah disetujui. Penjualan kapal-kapal patroli itu jatuh di bawah klausa itu. Pemerintah Jerman sebelumnya terdiri dari partai yang sama dalam koalisi saat ini.
(ian)
Berita Terkait
Awal Mula Arab Saudi...
Awal Mula Arab Saudi Menjadi Sekutu Amerika Serikat
Presiden Yaman Hadi...
Presiden Yaman Hadi Diterbangkan ke AS untuk Perawatan Medis
Houthi Klaim Tembak...
Houthi Klaim Tembak Jatuh Drone AS Dekat Perbatasan Saudi
Tak Peduli Keputusan...
Tak Peduli Keputusan AS, Saudi: Kami Tetap Anggap Houthi sebagai Teroris
Inilah Alasan Mengapa...
Inilah Alasan Mengapa Banyak Pangeran Arab Kuliah di Amerika Serikat
AS Tegaskan akan Bantu...
AS Tegaskan akan Bantu Saudi Lindungi Diri dari Serangan Luar
Berita Terkini
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
23 menit yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
1 jam yang lalu
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
1 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
2 jam yang lalu
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
3 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
3 jam yang lalu
Infografis
Hasil Drawing Babak...
Hasil Drawing Babak 4: Timnas Indonesia Satu Grup dengan Irak dan Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved