Repatriasi, Myanmar Verifikasi 300 Lebih Pengungsi Rohingya

Kamis, 15 Maret 2018 - 01:06 WIB
Repatriasi, Myanmar...
Repatriasi, Myanmar Verifikasi 300 Lebih Pengungsi Rohingya
A A A
YANGON - Myanmar mengatakan telah memverifikasi kurang dari 400 pengungsi Rohingya untuk pemulangan kembali dari Bangladesh. Sekitar 700 ribu Muslim Rohingya eksodus ke Bangladesh untuk menyelamatkan diri dari tindak kekerasan militer Myanmar.

Myanmar baru dapat memverifikasi sekitar 374 pengungsi Rohingya, dan menyalahkan negara tetangga mereka karena tidak memberikan informasi yang benar tentang para pengungsi tersebut.

Sekretaris tetap Kementerian Luar Negeri Myanmar, Myint Thu mengatakan, para pejabat telah memeriksa dokumen yang diserahkan oleh Bangladesh pada bulan Februari yang berkaitan dengan 8.032 pengungsi.

Kedua negara mencapai kesepakatan untuk memulai pemulangan pengungsi dalam waktu dua bulan pada bulan November lalu. Namun pemulangan belum bisa dimulai, di mana etnis Rohingya yang tidak memiliki kewarganegaraan dan menghadapi pembatasan pergerakan mereka di Myanmar, masih melintasi perbatasan.

"Dari 8.032, kami telah memverifikasi 374. 374 ini akan menjadi batch pertama repatriasi," jelas Myint Thu pada sebuah konferensi pers di Ibu Kota Naypyidaw.

"Mereka bisa kembali saat mereka merasa nyaman," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Kamis (15/3/2018).

Tidak jelas apakah 374 orang pengusi tersebut telah setuju untuk kembali ke Myanmar.

Myint Thu mengatakan tidak dapat memastikan nasib para pengungsi yang sebelumnya mengungsi ke Bangladesh. Menurutnya beberapa dokumen tidak termasuk sidik jari dan foto individu.

"Dokumen-dokumen itu tidak sejalan dengan kesepakatan kita", kata Brigjen Polisi Win Tun pada konferensi pers yang sama.

"Myanmar telah menemukan tiga 'teroris' di antara orang-orang yang diusulkan Bangladesh untuk di repatriasi," Win Tun menambahkan.

Pejabat Bangladesh telah menyatakan keraguannya tentang kesediaan Myanmar untuk memulangkan kembali pengungsi Rohingya.

Komisaris Bantuan dan Rehabilitasi Pengungsi Bangladesh, Abul Kalam mengatakan, ia tidak dapat berkomentar secara rinci karena belum menerima tanggapan Myanmar. Tapi ia mempertanyakan bagaimana lebih dari 300 orang bisa diverifikasi jika dokumennya salah format.

Pada konferensi pers di Naypyidaw, pejabat Myanmar berusaha untuk melawan tuduhan yang didengarkan di Dewan HAM PBB minggu ini.

Kepala misi pencarian fakta PBB visanya di tolak oleh Myanmar dan utusan khusus untuk hak asasi manusia di Myanmar yang telah larang untuk mengunjungi negara tersebut, keduanya berbicara di Jenewa pada hari Senin lalu. Yanghee Lee, utusan tersebut, mengatakan kekejaman terhadap etnis Rohingya di Myanmar memiliki tanda genosida.

"Kami memiliki hati nurani yang bersih," kata Aung Tun Thet, koordinator sebuah kemitraan publik-swasta yang dibentuk oleh Suu Kyi untuk merehabilitasi Rakhine.

"Tidak ada hal seperti itu di negara kita, di masyarakat kita, pembersihan etnis, dan tidak ada genosida," tegasnya.
(ian)
Berita Terkait
Bangladesh Pindahkan...
Bangladesh Pindahkan Ratusan Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil
Peringati Eksodus ke...
Peringati Eksodus ke Bangladesh, Pengungsi Rohingya Lakukan Aksi Bungkam
Tentara Myanmar Akui...
Tentara Myanmar Akui Pembunuhan Massal dan Pemerkosaan pada Rohingya
7 Fakta Coxs Bazar Kamp...
7 Fakta Coxs Bazar Kamp Pengungsi Terbesar di Dunia, Hidup Tanpa Status Kewarganegaraan di Negara Orang
1.600 Rohingya Dipindah...
1.600 Rohingya Dipindah ke Pulau Terpencil, Ada yang Mengaku Dipaksa
Pemimpin Tertinggi Rohingya...
Pemimpin Tertinggi Rohingya Ditembak Mati di Bangladesh usai Salat
Berita Terkini
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
12 menit yang lalu
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
54 menit yang lalu
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
1 jam yang lalu
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
2 jam yang lalu
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
3 jam yang lalu
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
3 jam yang lalu
Infografis
SEA Games 2025: Timnas...
SEA Games 2025: Timnas Indonesia U-23 Bentrok Myanmar, Filipina, dan Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved