Tentara Myanmar Akui Pembunuhan Massal dan Pemerkosaan pada Rohingya

Jum'at, 11 September 2020 - 04:04 WIB
loading...
Tentara Myanmar Akui...
Seorang gadis membawa sepatu dekat kamp pengungsi Rohingya di Coxs Bazar, Bangladesh pada 8 Desember 2017. Foto/REUTERS
A A A
DHAKA - Dua tentara Myanmar mengakui untuk pertama kali berbagai kejahatan yang dilakukan tentara pada minoritas Rohingya.

Dua tentara yang membelot itu memberi pernyataan di kamera bahwa mereka diperintah melakukan pembunuhan massal dan pemerkosaan pada 2017.

NGO Fortify Rights menyatakan testimoni dua tentara itu dapat digunakan sebagai bukti kejahatan terhadap kemanusiaan di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).

Salah satu pernyataan tentara itu mengklaim pria, wanita dan anak-anak Rohingya dikubur dalam kuburan massal. Menurut kelompok hak asasi manusia (HAM) itu, dua tentara tersebut melarikan diri dari Myanmar bulan lalu dan berada di tahanan ICC di Den Haag.

Myo Win Tun dan Zaw Naing Tun dilaporkan memberikan nama dan pangkat 19 pelaku langsung dari militer Myanmar , termasuk mereka sendiri, serta enam komandan senior yang mereka klaim memerintahkan atau terlibat dalam kejahatan terhadap Rohingya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Menteri Bangladesh Selamatkan...
Menteri Bangladesh Selamatkan 'Donald Trump' dari Penyembelihan di Hari Raya Iduladha
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Viral Dua WNI Diduga...
Viral Dua WNI Diduga Disekap di Myanmar, Polri Lakukan Koordinasi
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 5.208 Jiwa, 16.740 Orang Terluka
Mengapa Blokade Houthi...
Mengapa Blokade Houthi terhadap Arab Saudi Bisa Kacaukan Pasokan Minyak Dunia?
Rekomendasi
PFII Ditargetkan Beroperasi...
PFII Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini, Purbaya Bocorkan Penentuan Lokasi
Roy Suryo: Rismon Tak...
Roy Suryo: Rismon Tak Layak Jadi Saksi di Kasus Ijazah Jokowi
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
Berita Terkini
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Infografis
Gandeng Huawei dan Xiaomi,...
Gandeng Huawei dan Xiaomi, Toyota Menyerah pada Raksasa Teknologi China?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved