Duterte: Penyelidik HAM PBB Brengsek, Lempar ke Buaya!

Senin, 12 Maret 2018 - 10:09 WIB
Duterte: Penyelidik...
Duterte: Penyelidik HAM PBB Brengsek, Lempar ke Buaya!
A A A
MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte kembai melontarkan umpatan kasar terhadap penyelidik HAM PBB yang kini menyelidiki dugaan pembunuhan di luar hukum dalam perang anti-narkoba di negara tersebut. Dia menyebut, para penyelidik tersebut bodoh, brengsek dan perlu dilemparkan ke buaya untuk dimangsa.

Duterte memerintahkan semua pengacara dan penegak hukum Filipina untuk tidak bekerjasama dengan penyelidik HAM PBB. Dia sepenuhnya akan bertanggung jawab atas perang anti-narkoba yang menurutnya sah, meski dilaporkan menewaskan ribuan orang.

Umpatan kasar mantan Wali Kota Davao ini muncul setelah Komisioner Tinggi PBB Zeid Ra'ad Al Hussein menyerukan pemimpin Filipina itu menjalani “tes kejiwaan” karena kerap menghina penyelidik PBB.

Duterte membalas Zeid dengan menyebutnya “bodoh dan brengsek”. Dia mengulangi perintahnya untuk setiap agen penegak hukum di negaranya untuk tidak menjawab pertanyaan dari penyelidik HAM PBB yang saat ini dipimpin oleh Agnes Callamard, seorang pelapor khusus PBB.

“Jangan menjawab pertanyaan dari mereka,” kata Duterte di hadapan tentara di Kota Zamboanga, sembari menegaskan bahwa dia yang bertanggung jawab penuh atas perang anti-narkoba.

“Lakukan saja pekerjaan Anda di dalam batas-batas hukum,” ujar Duterte. Menurutnya, menjadi hak bagi Filipina untuk tetap diam dan tidak memberikan kesaksian karena dilindungi oleh konstitusi negara.

”Serahkan pada saya. Mereka datang ke sini. Apakah Anda memiliki buaya di sini, yang benar-benar memakan manusia? Lemparkan orang brengsek di sana!,” kata Duterte, seperti dikutip dari Inquirer, Senin (12/3/2018).

”(Penyelidik) HAM ini bodoh,” kata Duterte.”Saya bilang (kepada sindikat narkoba terlarang) jangan menghancurkan negara saya, atau kota saya dalam hal ini, karena saya akan membunuh Anda. Dan jangan menghancurkan pemuda negeri ini karena saya akan membunuh Anda.”

Tanggapan Duterte muncul setelah Zeid pada hari Jumat meminta Dewan HAM PBB untuk menentang sikap Duterte terhadap pejabat HAM PBB karena mengkritik perang anti-narkoba.

”Dewan HAM PBB harus mengambil posisi. Serangan ini tidak bisa tidak terjawab,” kata Zeid, pada hari Jumat. “(Duterte) perlu menyerahkan dirinya untuk tes kejiwaan. Komentar seperti ini tidak bisa diterima, tidak bisa diterima,” ujar Zeid.
(mas)
Berita Terkait
PBB: Puluhan Ribu Tewas...
PBB: Puluhan Ribu Tewas dalam Perang Narkoba di Filipina
PBB: Kehancuran Total...
PBB: Kehancuran Total Topan Rai karena Sikap Meremehkan
Pakar PBB dan Aktivis...
Pakar PBB dan Aktivis Serukan Penyelidikan Perang Narkoba di Filipina
PBB: Puluhan Ribu Tewas...
PBB: Puluhan Ribu Tewas dalam Perang Narkoba di Filipina
Pakar PBB-Aktivis Serukan...
Pakar PBB-Aktivis Serukan Usut Perang Narkoba di Filipina
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Berita Terkini
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
25 menit yang lalu
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
58 menit yang lalu
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
1 jam yang lalu
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
2 jam yang lalu
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
3 jam yang lalu
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
4 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved