Foto Reuters Buktikan Pembantaian Rohingya di Myanmar Nyata

Sabtu, 10 Februari 2018 - 04:35 WIB
Foto Reuters Buktikan...
Foto Reuters Buktikan Pembantaian Rohingya di Myanmar Nyata
A A A
YANGON - Kantor berita Reuters merilis foto-foto yang membuktikan bahwa pembantaian terhadap etnis Rohingya di Myanmar nyata. Foto yang memicu PBB menyerukan penyelidikan itu sejatinya bagian dari proses investigasi jurnalis media Amerika Serikat (AS) tersebut.

Foto-foto itu pula yang diduga menjadi penyebab wartawan Reuters ditangkap pihak berwenang Myanmar. Salah satu foto yang mengganggu pemerintah Myanmar adalah eksekusi tembak dari jarak dekat terhadap 10 pria Rohingya.

Eksekutor dalam pembantaian itu melibatkan tentara militer Myanmar dan para warga etnis Buddha.

Media AS tak menjelaskan bagaimana jurnalisnya memperoleh foto eksekusi di luar hukum tersebut. Pembantaian diduga terjadi pada 2 September tahun lalu di sebuah lokasi di desa Inn Din, Rakhine, di mana para korban dikubur secara massal.

Dalam salah satu foto itu, ke-10 korban diikat dalam satu barisan dan menghadap ke kamera. Di foto lain, terlihat mayat orang-orang ditumpuk di sebuah gundukan penuh darah. Jasad-jasad yang ditumpuk itu terlihat sama dengan ke-10 pria yang dieksekusi tembak.

Dua wartawan yang betugas melakukan investigasi, Wa Lone dan Kyaw Soe Oo, hingga saat ini mendekam di penjara Myanmar. Mereka dituduh melanggar rahasia resmi negara Myanmar.

Menurut para saksi mata, desa Inn Din dibakar dan dijarah oleh tentara, polisi dan milisi Buddha. Salah satu saksi mata membenarkan bahwa 10 pria Rohingya di eksekusi tembak tentara Myanmar bersama penduduk Buddha di desa tersebut.

“Orang-orang dipaksa untuk menonton saat tetangga Buddha mereka menggali kuburan dangkal,” kata koresponden Sky News, Ashish Joshi, yang telah mengunjungi kamp pengungsi Rohingya.

”Salah satu foto menunjukkan orang-orang berlutut berturut-turut, yang terakhir menunjukkan mayat orang-orang berdarah ditumpuk di kuburan,” lanjut dia, yang dilansir Sabtu (10/2/2018).

Juru bicara departemen luar negeri AS Heather Nauert ikut merespons bukti baru pembantaian terhadap etnis Rohingya.”Laporan tersebut menyoroti kebutuhan mendesak dan mendesak pemerintah Birma (Myanmar) untuk bekerja sama dengan penyelidikan independen yang kredibel atas tuduhan kekejaman di Rakhine utara,” katanya.
(mas)
Berita Terkait
AS: Penindasan Myanmar...
AS: Penindasan Myanmar Terhadap Muslim Rohingya adalah Genosida
Junta Myanmar Tolak...
Junta Myanmar Tolak Tuduhan AS Soal Genosida Muslim Rohingya
Pengadilan AS Diminta...
Pengadilan AS Diminta Paksa Facebook Rilis Data Pejabat Myanmar
Rohingya Tuntut Facebook...
Rohingya Tuntut Facebook Rp2,8 Kuadriliun karena Memicu Genosida di Myanmar
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Berita Terkini
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
30 menit yang lalu
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
1 jam yang lalu
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
1 jam yang lalu
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
2 jam yang lalu
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
2 jam yang lalu
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved