Keliling Asia Tenggara, Pangeran Charles Ogah Kunjungi Myanmar

Rabu, 04 Oktober 2017 - 13:47 WIB
Keliling Asia Tenggara,...
Keliling Asia Tenggara, Pangeran Charles Ogah Kunjungi Myanmar
A A A
LONDON - Pangeran Inggris, Charles, akan mengunjungi Asia Tengga dan India pada akhir bulan ini. Namun, pewaris takhta tersebut tidak akan mengunjungi Myanmar setelah serentatan aksi kekerasan dan tuduhan pihak berwenang melakukan pembersihan etnis.

Laporan media bulan lalu mengatakan bahwa kunjungan resmi ke Myanmar sempat dimasukkan dalam perjalanan tersebut, yang dilakukan pangeran atas nama pemerintah Inggris, dan para pembesar mengakui hal itu telah dianggap sebagai bagian dari jadwal.

Namun hal itu dihilangkan dari program terakhir yang dikeluarkan pada hari Rabu (4/10/2017). Charles dan istrinya Camilla akan melakukan perjalanan ke Singapura, Malaysia dan kemudian ke India di mana dia akan bertemu dengan Perdana Menteri Narendra Modi.

"Kami melihat berbagai pilihan di wilayah ini dan, seperti yang kami umumkan hari ini, kami akan melanjutkan kunjungan ke Singapura dan Malaysia," terang Wakil Kepala Departemen di Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris, Philip Malone, seperti dikutip dari Reuters.

Malone dan pembantu kerajaan menolak untuk menjelaskannya.

Lebih dari 500 ribu Muslim Rohingya telah melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh pada bulan lalu sejak gerilyawan menyerang pos keamanan di dekat perbatasan. Serangan ini memicu pembalasan militer yang sengit dan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mencap sebagai pembersihan etnis.

Bulan lalu Inggris menangguhkan program pelatihannya untuk militer di Myanmar karena kekerasan tersebut, dan hubungan diplomatik kedua negara telah memburuk.

Pegiat hak asasi manusia pun menentang kunjungan kerajaan ke negara itu.

"Untuk seseorang seperti Pangeran Charles mengunjungi negara itu akan dipandang sebagai hadiah, dan memberi legitimasi kepada pemerintah serta militer yang saat ini melanggar hukum internasional," kata Mark Farmaner, direktur Kampanye Myanmar Inggris.

Charles dan Camilla akan memulai tur mereka di Singapura pada 31 Oktober sebelum pergi ke Malaysia, di mana mereka akan merayakan 60 tahun hubungan diplomatik sejak bekas koloni Inggris tersebut menjadi independen, sebelum mengakhiri tur 11 hari di India.
(ian)
Berita Terkait
Sejarah Inggris Jadikan...
Sejarah Inggris Jadikan Rohingya sebagai Tentara Bayaran
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Rohingya Tuntut Facebook...
Rohingya Tuntut Facebook Rp2,8 Kuadriliun karena Memicu Genosida di Myanmar
Pengakuan Tentara Myanmar...
Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua
Pendekatan Rasional...
Pendekatan Rasional terhadap Krisis Rohingya
Berita Terkini
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
1 jam yang lalu
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
2 jam yang lalu
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
3 jam yang lalu
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
4 jam yang lalu
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
5 jam yang lalu
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
6 jam yang lalu
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved