Dua Ilmuwan Nuklir Korut di Balik Kesuksesan Bom Hidrogen

Rabu, 06 September 2017 - 00:28 WIB
Dua Ilmuwan Nuklir Korut...
Dua Ilmuwan Nuklir Korut di Balik Kesuksesan Bom Hidrogen
A A A
SEOUL - Dua sosok ilmuwan nuklir loyalis Kim Jong-un dipandang para ahli sebagai sosok di balik kesuksesan uji coba senjata nuklir jenis bom hidrogen Korea Utara (Korut). Keduanya telah masuk daftar tokoh yang terkena sanksi Amerika Serikat (AS).

Foto-foto yang diterbitkan kantor berita negara Korut, KCNA, beberapa jam sebelum tes bom hidrogen menunjukkan dua pria berdiri di samping Kim Jong-un saat diktator muda Pyongyang itu memeriksa hulu ledak. Kedua pria itu adalah Ri Hong-sop, Kepala Institut Senjata Nuklir Korut dan Hong Sung-mu, Wakil Direktur Partai Buruh di Departemen Industri Amunisi Korut.

Tes bom hidrogen pada hari Minggu lalu merupakan uji coba senjata nuklir keenam Korut. Bom berbahaya itu diklaim memiliki kekuatan yang jauh lebih merusak daripada bom atom.

Para ahli menyatakan bahwa kedua ilmuwan tersebut bagian dari kader ahli senjata nuklir yang berada di garis depan ambisi nuklir Kim Jong-un untuk mengembangkan rudal balistik antarbenua (ICBM) yang dapat membawa hulu ledak nuklir ke wilayah AS.

”Tampaknya Hong mempelopori program pengembangan nuklir sebagai pejabat senior partai dan Ri bertanggung jawab atas uji coba nuklir seperti bom hidrogen di tingkat pekerja,” kata Yang Moo-jin, profesor di University of North Korean Studies di Seoul, pemantau hirarki dan kepemimpinan negara tersebut, yang dilansir Rabu (6/9/2017).

Verifikasi independen atas peran kedua ilmuwan nuklir tersebut tidak bisa dilakukan, karena Pemerintah Korut tidak menyediakan kontak untuk komentar melalui email, fax atau telepon bagi media asing. Duta Besar Korut untuk PBB juga belum bersedia berkomentar.

Namun, sebuah ulasan Reuters terhadap media pemerintah Korut menunjukkan bahwa kedua ilmuwan tersebut telah menjadi semakin terkenal karena program senjata Pyongyang yang maju pesat di bawah kepemimpinan Kim.

Pada bulan Januari 2016, Hong dan Ri adalah orang pertama dan kedua yang menerima medali, yang diberikan secara pribadi oleh Kim Jong-un dalam sebuah upacara untuk menandai tes nuklir keempat.

Dua bulan kemudian, mereka menemani Kim yang sedang tersenyum memeriksa bola berwarna perak, yang menurut Pyongyang merupakan miniatur hulu ledak nuklir yang bisa dipasang pada ICBM.

Siegfried Hecker, seorang profesor ilmu nuklir di Stanford University dan salah satu orang Amerika terakhir yang mengunjungi Yongbyon, mengingat pertemuan Ri selama beberapa kunjungan di sana antara tahun 2004 dan 2008. Selama salah satu kunjungan itu, Ri menunjukkan kepada Hecker perihal reaktor plutonium dan laboratorium radiokimia.
(mas)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Penampakan Kapal Selam...
Penampakan Kapal Selam Bersenjata Nuklir Korea Utara Kim Kuk Ok
PBB: Korea Utara Abaikan...
PBB: Korea Utara Abaikan Sanksi Nuklir
Korea Utara Sebut Presiden...
Korea Utara Sebut Presiden Korea Selatan Picu Perang Nuklir
Korea Selatan: Serangan...
Korea Selatan: Serangan Nuklir Jadi Akhir Rezim Korea Utara
Korea Utara Akan Meluncurkan...
Korea Utara Akan Meluncurkan Satelit Baru dan Drone pada 2024
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
1 jam yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
1 jam yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
3 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
4 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
5 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
7 jam yang lalu
Infografis
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan Angkatan Laut Korut Dipersenjatai Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved