2.000 Militan ISIS Gunakan Warga Raqqa Sebagai Perisai Manusia

Minggu, 06 Agustus 2017 - 07:19 WIB
2.000 Militan ISIS Gunakan...
2.000 Militan ISIS Gunakan Warga Raqqa Sebagai Perisai Manusia
A A A
WASHINGTON - Sedikitnya 2.000 gerilyawan Isis masih bersembunyi di kota Raqqa di Suriah. Mereka berjuang mempertahankan hidup mereka saat koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) menutup kota tersebut, menurut perjabat intelijen AS.

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS telah membuat keuntungan yang konsisten di Ibu Kota de facto ekstrimis ISIS. SFDF hampir menguasai sepenuhnya wilayah selatan, zona yang dipegang ISIS.

Namun utusan khusus anti-teror AS, Brett McGurk mengatakan, ribuan pejuang masih tinggal di kota tersebut. Mereka menggunakan sekitar 25.000 warga sipil di lapangan sebagai tameng manusia.

"Kami pikir ada sekitar 2.000 pejuang ISIS yang tersisa di Raqqa, dan mereka akan kemungkinan besar mereka akan mati di Raqqa," katanya seperti dikutip dari Independent, Minggu (6/8/2017).

"Dan apa yang sebenarnya terjadi di Raqqa mirip dengan apa yang kita lihat di Mosul tapi dalam skala yang lebih kecil. Pejuang ISIS di lapangan menggunakan warga sipil ini sebagai tameng mereka sendiri, sebagai sandera mereka sendiri. Mereka menggunakan penembak jitu untuk membunuh warga sipil yang mencoba melarikan diri," terangnya.

"Mereka mencoba menempatkan pelaku bom bunuh diri di kumpulan warga yang kehilangan tempat tinggal saat mereka mencoba keluar. Taktik serupa yang telah kami lihat dari organisasi teroris barbar ini di kota-kota lain," imbuhnya.

Berbicara pada sebuah briefing khusus di Washington, McGurk mengatakan bahwa koalisi AS telah menyelesaikan sebuah rencana beberapa sehari setelah pembebasan untuk kota tersebut.

Dia mengatakan bahwa pihak berwenang telah membuat rencana untuk 50.000 orang untuk "kasus terburuk", meski percaya jumlah warga sipil yang terjebak di kota menjadi jauh lebih rendah.

"Seperti yang saya sebutkan, PBB kini telah mendapatkan akses jalan, jadi mereka memberikan sejumlah besar pasokan," katanya.

"Kami sudah menyiapkan persediaan jadi kami siap untuk sehari setelah ISIS diusir di Raqqa. Dan hanya untuk memberi Anda apa, untuk memberi tahu Anda apa artinya, kami menyiapkan makanan untuk sekitar 447.000 orang," ungkapnya.

"Kami memiliki tenda dan tempat penampungan untuk tambahan 50.000 orang. Kami memiliki fasilitas perawatan medis untuk lebih dari 200.000 orang. Air sanitasi, kebersihan, semua hal ini sudah diposisikan untuk siap pada hari setelah ISIS pergi," katanya lagi.

ISIS telah kehilangan wilayah yang luas di Suriah selama setahun terakhir akibat kampanye yang dilakukan oleh SDF, militer Suriah yang didukung Rusia, dan gerilyawan Suriah yang didukung Turki.

Mengambil kendali dari distrik selatan kota akan memutuskan jalan ISIS terakhir yang tersisa ke Sungai Efrat yang berada di selatan kota.

Pada tahun 2014, ISIS memiliki 40.000 pejuang asing dari 110 negara di Suriah dan Irak, menurut pejabat AS.

Sejak saat itu, mereka diyakini telah kehilangan 70.000 kilometer persegi wilayah, 78 persen wilayah yang mereka gunakan di Irak, dan 58 persen wilayah yang mereka di Suriah.
(ian)
Berita Terkait
Senator Republik: Amerika...
Senator Republik: Amerika Serikat Akan Kembali ke Afghanistan
Mengapa ISIS Tak Pernah...
Mengapa ISIS Tak Pernah Menyerang Israel dan Amerika Serikat?
Bunuh Sandera AS, Dua...
Bunuh Sandera AS, Dua Algojo ISIS Mengaku Tidak Bersalah
Mengapa AS dan Aliansinya...
Mengapa AS dan Aliansinya Gagal Membendung Kebangkitan ISIS di Timur Tengah?
Anggota Grup Jagal ISIS...
Anggota Grup Jagal ISIS Berjuluk The Beatles Akan Diekstradisi ke AS
Dua Anggota Tim Jagal...
Dua Anggota Tim Jagal ISIS Berjuluk The Beatles Jalani Persidangan di AS
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Pangkalan AS di Kuwait Hancur usai Serangan Iran
49 menit yang lalu
Dicecar Apakah Israel...
Dicecar Apakah Israel Memiliki Senjata Nuklir? Ini Jawaban Menlu AS Marco Rubio
1 jam yang lalu
Selain Memaki, Trump...
Selain Memaki, Trump Juga Disebut Ancam Netanyahu via Istrinya atas Rencana Israel di Lebanon
1 jam yang lalu
AS Bohong, Kapal Induk...
AS Bohong, Kapal Induk Gerald R Ford Ternyata Rusak Parah saat Perang Lawan Iran, Ini Buktinya!
2 jam yang lalu
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
3 jam yang lalu
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
3 jam yang lalu
Infografis
10 Momen Kekhilafan...
10 Momen Kekhilafan Terburuk dalam Sejarah Manusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved