Jet Canggih AS Tembak Jatuh Jet Tempur Suriah di Raqqa

Senin, 19 Juni 2017 - 07:34 WIB
Jet Canggih AS Tembak...
Jet Canggih AS Tembak Jatuh Jet Tempur Suriah di Raqqa
A A A
RAQQA - Pesawat jet tempur canggih Amerika Serikat (AS) F/A-18E Super Hornet menembak jatuh pesawat jet tempur Suriah, Su-22, di Raqqa selatan, pada Minggu malam. Pemerintah Suriah mengklaim pesawatnya yang ditembak sedang memerangi kelompok ISIS.

Namun, versi koalisi pimpinan AS, pesawat itu memerangi pasukan oposisi atau pemberontak.

Pemerintah Presiden Bashar al-Assad dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa pilot militer mereka hilang dalam insiden penembakan pesawat tersebut.

”Serangan ini terjadi pada saat tentara Arab Suriah dan sekutu-sekutunya maju dalam perang melawan teroris ISIS yang dikalahkan di gurun Suriah dengan lebih dari satu cara," bunyi pernyataan tersebut.

Menurut pemerintah Assad, meski serangan semacam itu untuk merongrong perjuangan angkatan bersenjata Suriah dalam melawan terorisme, pasukan loyalis Assad tidak akan gentar dalam memperjuangkan stabilitas dan keamanan di Republik Arab Suriah.

Pihak koalisi pimpinan AS yang menjalankan operasi militer bertajuk Operation Inherent Resolve, membenarkan bahwa pesawat jet tempur Washington telah menembak jatuh pesawat jet tempur Damaskus. Alasannya, pesawat Suriah itu menargetkan tentara dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF), kelompok oposisi atau pemberontak anti-Assad.

”Pada pukul 18.43 malam, sebuah (pesawat jet tempur) rezim Suriah SU-22 menjatuhkan bom di dekat petempur SDF di selatan Tabqah dan, sesuai dengan peraturan dan pembelaan kolektif pasukan koalisi, maka segera ditembak jatuh oleh (jet tempur) F/A-18E Super Hornet AS,” bunyi pernyataan koalisi internasional yang dipimpin AS, seperti dikutip Reuters, Senin (19/6/2017).

Koalisi pimpinan AS menambahkan bahwa misinya adalah untuk mengalahkan ISIS di Irak dan Suriah dan tidak berusaha untuk melawan rezim Suriah, Rusia, atau pasukan pro-rezim yang bermitra dengan mereka. “Namun (koalisi) tidak akan ragu untuk membela pasukan koalisi atau mitra dari manapun ancaman itu,” lanjut pernyataan tersebut.

Ini bukan pertama kalinya intervensi koalisi pimpinan AS di Suriah telah menyebabkan kebuntuan dan kekerasan terhadap pasukan pro-pemerintah Assad. Pada bulan September 2016, sebuah serangan udara koalisi terhadap wilayah Deir ez-Zor membunuh lebih dari 60 tentara Suriah.

Kemudian pada bulan April 2017, Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangan rudal jelajah Tomahawk di pangkalan udara Shayrat yang diklaim sebagai pembalasan atas penggunaan senjata kimia oleh pemerintah Suriah. Namun, tuduhan penggunaan senjata kimia itu tidak disertai bukti.
(mas)
Berita Terkait
Suriah Murka! Sebut...
Suriah Murka! Sebut Serangan AS Bagian dari Agenda Bermusuhan
Serangan AS di Suriah...
Serangan AS di Suriah Tewaskan Pemimpin Senior ISIS
Pasukan AS Tewaskan...
Pasukan AS Tewaskan Dua Pentolan ISIS dalam Serangan di Suriah
Mampukah Serangan Balas...
Mampukah Serangan Balas Dendam Trump Melemahkan ISIS di Suriah?
Pemimpin ISIS Abu al-Hasan...
Pemimpin ISIS Abu al-Hasan Tewas dalam Pertempuran
Sekutu AS Tuduh Turki...
Sekutu AS Tuduh Turki Beri Zona Aman untuk ISIS
Berita Terkini
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
49 menit yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
1 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
2 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
3 jam yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
4 jam yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
5 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved