Video Perlihatkan ISIS Gunakan Warga Mosul Jadi Perisai Manusia

Minggu, 23 April 2017 - 10:19 WIB
Video Perlihatkan ISIS...
Video Perlihatkan ISIS Gunakan Warga Mosul Jadi Perisai Manusia
A A A
WASHINGTON - Pentagon merilis rekaman video drone yang menunjukkan ISIS secara paksa memindahkan penduduk sipil untuk digunakan sebagai tameng manusia. Sementara pasukan koalisi menahan diri untuk menyerang sejumlah target yang dikuasai ISIS.

Menurut Pusat Komando Amerika Serikat (AS), CENTCOM, video berdurasi 2,5 menit ini ringkasan rekaman pengawasan yang diambil pada tanggal 29 Maret. Periode itu adalah puncak perjuangan militer Irak untuk membebaskan bagian barat Mosul dari kelompok ekstrimis seperti dikutip dari Sputniknews, Minggu (23/4/2017).

Video itu memperlihatkan gerilyawan ISIS membangun posisi pertempuran dan menembaki pasukan keamanan Irak dari sebuah bangunan di mana kelompok perempuan dan anak-anak ditempatkan di sebuah halaman tertutup.

"Mitra Irak kami dan CJTF (Satuan Satgas Gabungan) telah melihat taktik ISIS dengan sengaja menempatkan warga sipil dalam bahaya," kata juru bicara Komando Pusat AS dalam sebuah pernyataan. Ia menambahkan bahwa pasukan koalisi tidak menanggapinya dengan serangan udara terhadap posisi itu karena terbukti dari video menunjukkan keberadaan warga sipil.

Video tersebut dirilis di tengah kritik internasional terhadap koalisi pimpinan AS menyusul serangkaian serangan udara yang menyebabkan korban sipil berskala besar di Suriah dan Irak. Salah satunya adalah sebuah serangan 17 Maret yang menghantam sebuah gedung di Mosul barat dan membunuh hingga 200 orang yang tidak berafiliasi dengan ISIS, menurut media Irak.

Militan tersebut dilaporkan memaksa puluhan warga sipil masuk ke dalam struktur sementara pada saat bersamaan mencurangi bangunan tersebut dengan bahan peledak. Insiden tersebut sedang diselidiki.

Airwars, sebuah lembaga nirlaba yang melacak kematian warga sipil, mengatakan telah mencatat kenaikan korban yang dilaporkan mulai sekitar akhir 2016. Ini telah menghitung lebih dari 3.000 korban sipil yang diduga di Irak dan Suriah.

Laporan tentang meningkatnya korban sipil mendorong pendukung hak asasi manusia dan kritikus lainnya untuk mempertanyakan apakah Presiden AS Donald Trump memiliki persyaratan santai yang mencegah kematian warga sipil.
(ian)
Berita Terkait
Senator Republik: Amerika...
Senator Republik: Amerika Serikat Akan Kembali ke Afghanistan
Mengapa ISIS Tak Pernah...
Mengapa ISIS Tak Pernah Menyerang Israel dan Amerika Serikat?
Bunuh Sandera AS, Dua...
Bunuh Sandera AS, Dua Algojo ISIS Mengaku Tidak Bersalah
Mengapa AS dan Aliansinya...
Mengapa AS dan Aliansinya Gagal Membendung Kebangkitan ISIS di Timur Tengah?
Anggota Grup Jagal ISIS...
Anggota Grup Jagal ISIS Berjuluk The Beatles Akan Diekstradisi ke AS
Dua Anggota Tim Jagal...
Dua Anggota Tim Jagal ISIS Berjuluk The Beatles Jalani Persidangan di AS
Berita Terkini
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
33 menit yang lalu
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
1 jam yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
4 jam yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
7 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
8 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
9 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved