Rusia Peringatkan AS Konsekuensi Serius Intervensi Konflik Suriah

Sabtu, 15 April 2017 - 02:14 WIB
Rusia Peringatkan AS...
Rusia Peringatkan AS Konsekuensi Serius Intervensi Konflik Suriah
A A A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia, Sergey Lavrov, memperingatkan niatan Amerika Serikat (AS) meluncurkan serangan baru di Suriah. Lavrov mengatakan intervensi lebih lanjut AS di Suriah akan menyebabkan konsekuensi serius tidak hanya untuk keamanan regional tetapi global.

“Kami telah menegaskan posisi kami bahwa serangan itu merupakan tindakan agresi, yang terang-terangan melanggar prinsip-prinsip hukum internasional dan Piagam PBB,” kata Lavrov seperti dikutip dari Independent, Sabtu (15/4/2017)

“Kami menyerukan kepada AS dan sekutunya untuk menghormati kedaulatan Suriah dan menahan diri dari tindakan yang mirip dengan apa yang terjadi pada tanggal 7 April,” imbuh Lavrov usai menggelar pertemuan dengan kompatriotnya dari Suriah dan Iran.

Dalam pembicaraan segi tiga itu, Lavrov menuduh AS dan sekutunya berupaya menghalangi penyelidikan internasional ke dalam serangan itu. Ia pun menyatakan keraguannya tentang penyelidikan awal yang dilakukan oleh pengawas senjata kimia PBB. Ia mengatakan para ahli yang telah gagal untuk mengunjungi situs tersebut dan tetap tidak jelas di mana sampel telah diambil dan bagaimana mereka telah dianalisis.

Dalam pandangan Rusia, penyelidikan dilakukan oleh Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) harus diperluas untuk mencakup para ahli dari berbagai negara.

“Jika rekan-rekan kami dari AS dan beberapa negara Eropa percaya bahwa versi mereka benar, mereka tidak memiliki alasan untuk takut menciptakan seperti sebuah kelompok independen seperti,” katanya.

“Penyelidikan atas insiden profil tinggi ini harus transparan dan tidak meninggalkan keraguan bahwa seseorang sedang mencoba untuk menyembunyikan sesuatu,” tambahnya.

Lavrov mengatakan serangan AS pada pangkalan Suriah telah merusak upaya perdamaian di Suriah dan mencerminkan fokus Washington untuk mengusir pemerintahan Presiden Assad. “Upaya-upaya tersebut tidak akan berhasil,” kata Lavrov.

Menurut Menlu Suriah, Walid Muallem, pertemuan itu juga membahas penumpukan pasukan AS di perbatasan Yordania dan Suriah. Ia menambahkan bahwa Rusia, Iran dan Suriah memiliki prosedur umum terhadap agresi apapun, tetapi tidak akan mengungkapkan spesifik.

Lavrov mengatakan Moskow telah meminta penjelasan Washington tentang tujuan penumpukan. Ia juga menerima jaminan mereka ada di sana untuk memotong jalur pasokan antara faksi-faksi kelompok ISIS di Suriah dan Irak.

“Kami akan terus memantau masalah ini, karena satu-satunya alasan yang mungkin untuk menggunakan kekuatan militer di wilayah Suriah adalah untuk memerangi terorisme,” kata Lavrov.
(ian)
Berita Terkait
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
Rusia: AS Tolak Hadiri...
Rusia: AS Tolak Hadiri Pertemuan Bahas Situasi Suriah
Lavrov: Kehadiran Militer...
Lavrov: Kehadiran Militer AS di Suriah Persulit Upaya Rekonsiliasi
Rusia Sebut Tentara...
Rusia Sebut Tentara AS Coba Hadang Konvoi Militer Mereka di Suriah
Rusia-AS Dilaporkan...
Rusia-AS Dilaporkan Mulai Patroli Bersama di Suriah
Berita Terkini
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
25 menit yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
1 jam yang lalu
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
1 jam yang lalu
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
2 jam yang lalu
Dunia Tahu Israel Memiliki...
Dunia Tahu Israel Memiliki Senjata Nuklir, tapi Kenapa Diam Saja?
3 jam yang lalu
Mengapa Komunitas Internasional...
Mengapa Komunitas Internasional Tak Bisa Menghentikan Gazanisasi di Lebanon?
4 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved