Putin Marah dan Ancam Balaskan Kematian Dubes Rusia

Selasa, 20 Desember 2016 - 11:55 WIB
Putin Marah dan Ancam...
Putin Marah dan Ancam Balaskan Kematian Dubes Rusia
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin marah setelah Duta Besar Rusia untuk Turki Andrey Karlov ditembak mati di Ankara. Putin mengancam akan membalaskan kematian diplomatnya itu.

Dubes Karlov ditembak mati saat pidato pembukaan pameran seni di Ankara, Senin malam. Pelakunya adalah Mevlut Bertemu Altintas, 22 perwira polisi nonaktif Turki. Pelaku mengklaim aksinya sebagai balas dendam atas aksi militer Rusia di Aleppo, Suriah.

“Pembunuhan ini jelas merupakan provokasi yang bertujuan merusak perbaikan dan normalisasi hubungan Rusia-Turki, serta merusak proses perdamaian di Suriah yang dipromosikan oleh Rusia, Turki, Iran dan negara-negara lain yang tertarik dalam menyelesaikan konflik di Suriah,” kata Putin.

Menurutnya, respons terhadap serangan terhadap Moskow adalah meningkatkan perang melawan terorisme. Putin lantas mengancam akan membalaskan kematian diplomatnya itu. ”Para pembunuh akan merasakannya,” ucap Putin yang menduga, pembunuhan diplomatnya terencana.

“Dia (Karlov) tewas saat menjalankan tugasnya. Kita harus tahu siapa mengorganisir pembunuhan ini dan memberi perintah kepada pembunuh,” lanjut Putin, seperti dikutip IB Times.

Tim investigasi Rusia telah terbang ke Ankara yang dijadwalkan tiba hari ini (20/12/2016). Merekaakan mengambil bagian dalam penyelidikan kasus pembunuhan ini bersama tim dari Turki.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, juga sudah mengeluarkan pernyataan serupa, yakni pembunuhan itu sebagai upaya untuk menghancurkan normalisasi hubungan kedua negara. ”Saya yakin ini adalah serangan terhadap Turki, negara Turki dan orang-orang Turki, dan juga provokasi yang jelas untuk hubungan Turki-Rusia,” kata Erdogan.

”Saya yakin teman-teman kita Rusia juga melihat fakta ini,” imbuh Erdogan. Dia dan Putin telah melakukan kontak telepon tak lama setelah pembunuhan terhadap Dubes Karlov. Sementara itu, pengamana telah diperketat untuk misi diplomatik Rusia di luar negeri.
(mas)
Berita Terkait
Pemimimpin Gereja Ortodoks...
Pemimimpin Gereja Ortodoks Rusia Tolak Rencana Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid
Etnis Tatar Krimea Peringati...
Etnis Tatar Krimea Peringati Hari Korban Genosida
Rusia Menyangkal Ikut...
Rusia Menyangkal Ikut Campur Pemilu Turki
Inilah Kapal Rusia yang...
Inilah Kapal Rusia yang Ditahan Turki karena Dicurigai Bawa Gandum Ukraina
Memanas, Rusia Bakal...
Memanas, Rusia Bakal Gelar Latihan di Laut Mediterania
Turki Khianati NATO,...
Turki Khianati NATO, Dukung Rusia untuk Membela Diri
Berita Terkini
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
43 menit yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
1 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
2 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
3 jam yang lalu
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
4 jam yang lalu
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
5 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved