Dewan HAM PBB Selidiki Kejahatan Perang di Aleppo

Sabtu, 22 Oktober 2016 - 03:55 WIB
Dewan HAM PBB Selidiki...
Dewan HAM PBB Selidiki Kejahatan Perang di Aleppo
A A A
NEW YORK - Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB telah memutuskan untuk memulai penyelidikan khusus dan independen soal dugaan kejahatan perang di Aleppo, Suriah. Resolusi Dewan HAM PBB ini mengisyaratkan menyalahkan Rusia, rezim Suriah, dan oposisi bersenjata atas kematian sebagian besar warga sipil di Aleppo.

Resolusi itu diperkenalkan oleh Inggris, Amerika Serikat dan negara-negara Arab sekutu AS. Draft resolusi disetujui melalui voting, di mana Rusia dan China menentang draft tersebut.

Dewan HAM PBB telah meminta agar Komisi Penyelidik Internasional melakukan penyelidikan khusus dan independen yang luas terkait peristiwa di Aleppo. Dewan juga juga tubuh para korban di Aleppo diidentifikasi dan membawa pihak yang bertanggung jawab ke pengadilan.

”Kota kuno Aleppo, tempat peradaban milenium dan keindahan, saat ini jadi rumah jagal. Lokus yang mengerikan, sakit dan menakutkan,” bunyi pernyataan Dewan HAM PBB yang diterbitkan di situs Komisaris Tinggi PBB untuk HAM, yang dikutip Sabtu (22/10/2016).

”Kelompok-kelompok oposisi bersenjata terus menembakkan mortir dan proyektil lainnya ke lingkungan sipil di Aleppo Barat,” lanjut pernyataan itu.”Pasukan Pemerintah (Suriah) dan sekutunya bertanggung jawab atas mayoritas korban sipil di Aleppo Timur,” sambung pernyataan Dewan HAM PBB.

Pertempuran itu telah membagi kota Aleppo menjadi dua bagian. Wilayah Aleppo Barat dikuasai pasukan Pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad. Sedangkan Aleppo Timur dikuasai kelompok oposisi atau pemberontak dan kelompok teroris al-Nusra.

Dokumen resolusi itu juga menekankan kebutuhan mendesak untuk melaporkan kasus Aleppo ke Mahkamah Pidana Internasional. Tujuannya, agar semua pihak yang bersalah bertanggung jawab atas kejahatan HAM.

”Di Aleppo, harus ada gencatan senjata segera, berkepanjangan dan mencakup segala hal untuk mengaktifkan (penyaluran) bantuan kemanusiaan kepada semua yang membutuhkan. Semua pihak harus memberikan bantuan untuk semua warga sipil yang ingin melarikan diri, tanpa ada bentuk pembalasan,” imbuh pernyataan Dewan HAM PBB.
(mas)
Berita Terkait
Rusia: Sudah Waktunya...
Rusia: Sudah Waktunya untuk Hentikan Bantuan Turki ke Pemberontak Suriah
Rusia Veto Resolusi...
Rusia Veto Resolusi PBB yang Perpanjang Bantuan Lintas Batas ke Suriah
Sekjen PBB Serukan Solusi...
Sekjen PBB Serukan Solusi Politik untuk Akhiri 11 Tahun Perang di Suriah
Rusia Serukan Sidang...
Rusia Serukan Sidang Dewan Keamanan PBB setelah Israel Serang Misi Diplomatik Iran di Suriah
Di Majelis Umum PBB,...
Di Majelis Umum PBB, Suriah Nyatakan Dukung Invasi Rusia ke Ukraina
Sekjen PBB: Jika Bantuan...
Sekjen PBB: Jika Bantuan Dihentikan, Warga Suriah Hadapi Musim Dingin Mengerikan
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
1 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
2 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
3 jam yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
4 jam yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
5 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
6 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved