Rusia: Sudah Waktunya untuk Hentikan Bantuan Turki ke Pemberontak Suriah

Minggu, 22 Mei 2022 - 08:43 WIB
loading...
Rusia: Sudah Waktunya...
Para pekerja membawa kotak-kotak bantuan kemanusiaan di dekat penyeberangan Bab al-Hawa di perbatasan Suriah-Turki, di provinsi Idlib, Suriah, 30 Juni 2021. Foto/REUTERS/Mahmoud Hassano
A A A
NEW YORK - Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB mengatakan dia tidak melihat alasan untuk melanjutkan pengiriman bantuan kemanusiaan dari Turki ke Suriah barat laut yang dikuasai pemberontak. Ia juga menuduh Barat dan PBB tidak cukup berupaya untuk mengirimkan bantuan dari Damaskus dan gagal untuk membiayai “proyek awal pemulihan” untuk meningkatkan kehidupan jutaan warga Suriah.

Dmitry Polyansky mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB pada hari Jumat bahwa “kami tidak baik-baik saja” dengan mempertahankan status quo dengan cara apa pun, dan tidak dapat “menutup mata terhadap fakta bahwa teroris dari HTS,” kelompok militan terkuat di barat laut Idlib, merebut otoritas dan memanipulasi bantuan kemanusiaan.

Dia mengatakan para pendukung pengiriman bantuan lintas batas tidak menunjukkan keinginan untuk memungkinkan pengiriman bantuan melintasi garis konflik dari Damaskus yang dapat dengan mudah diatur, "yang membuat kami tidak memiliki alasan untuk mempertahankan mekanisme lintas batas."

Polyansky mengatakan bahwa para pejuang al Nusra, cabang al-Qaida di Suriah, secara terbuka menyatakan bahwa mereka tidak akan membiarkan kargo kemanusiaan dari Damaskus merugikan pengiriman bantuan lintas batas.

Baca juga: UNICEF: Lebih dari 6,5 Juta Anak di Suriah Butuh Bantuan Kemanusiaan

Pada awal Juli 2020, China dan Rusia memveto resolusi PBB yang akan mempertahankan dua titik penyeberangan perbatasan dari Turki untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Idlib.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran
Rekomendasi
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
PNM Berikan Beasiswa...
PNM Berikan Beasiswa kepada 1.590 Anak dari Jenjang SD hingga Perguruan Tinggi
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Berita Terkini
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved