Presiden Duterte Ingin Bebaskan Filipina dari Belenggu AS

Jum'at, 07 Oktober 2016 - 04:08 WIB
Presiden Duterte Ingin...
Presiden Duterte Ingin Bebaskan Filipina dari Belenggu AS
A A A
MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte ingin membebaskan negaranya dari “belenggu ketergantungan” Amerika Serikat (AS), di mana sekutu Manila itu tak bisa lagi menjamin kedaulatan Filipina ketika berada di bawah ancaman. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Filipina, Perfecto Yasay.

Duterte ingin meninjau kembali kebijakan luar negeri Filipina dan tidak akan tunduk pada tuntutan dan kepentingan AS.

”Melepaskan diri dari belenggu ketergantungan secara efektif mengatasi kedua ancaman keamanan internal dan eksternal telah menjadi keharusan dalam mengakhiri pengabdian bangsa kita untuk kepentingan Amerika Serikat,” kata Yasay, dalam sebuah posting di Facebook.

Yasay mengatakan, dalam krisis Laut China Selatan, AS tidak bisa menjamin akan membantu Filipina melindungi kedaulatannya. ”Pasukan pertahanan kami tetap mampu dalam mengatasi ancaman keamanan yang kami hadapi dari musuh potensial, belum lagi dampak stagnan mereka pada pembangunan kami,” ujar Yasay, seperti dikutip Reuters, Jumat (7/10/2016).

Presiden Duterte dalam beberapa hari terakhir telah mengumbar retorika ketidaksukaannya pada AS. Retorika mulai disuarakan Duterte ketika AS mengkritik perang narkoba di Filipina yang menewaskan ribuan orang dalam pembunuhan di luar hukum.

Pada hari Senin lalu, Duterte mengatakan Presiden AS Barack Obama “pergilah ke neraka” karena AS terus menyuarakan keprihatinan tentang perang narkoba yang dikobarkan Duterte. Kemudian, pada hari Kamis kemarin, Duterte mengatakan bahwa AS dan Uni Eropa harus menarik bantuannya untuk Filipina jika mereka tidak senang dengan tindakan kerasnya.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, John Kirby, mengatakan AS menyadari retorika dari Duterte. Kirby mengatakan dalam briefing di Washington bahwa bantuan AS ke Filipina yang dimulai pada 1 Oktober mencapai USD180 juta.

”Kami tetap berkomitmen, komitmen sangat nyata kami dari perspektif keamanan untuk Filipina,” katanya. ”Apa yang kita fokuskan sekarang adalah upaya bantuan yang berada di tempat dan memastikan bahwa itu menguntungkan orang-orang Filipina dan telah sesuai dengan hukum dan peraturan AS,” katanya.
(mas)
Berita Terkait
Negara-negara Asia Tenggara...
Negara-negara Asia Tenggara Sekutu Amerika Serikat
Media Amerika Serikat:...
Media Amerika Serikat: Vietnam Berisiko Gagal, Timnas Indonesia Punya Tugas Mudah
Melunak, Filipina Cabut...
Melunak, Filipina Cabut Ancaman Akhiri Pakta Militer dengan AS
AS-Filipina Gelar Pertemuan...
AS-Filipina Gelar Pertemuan Soal Perjanjian Pertahanan, China Waspada
Menhan Filipina Mengaku...
Menhan Filipina Mengaku Didesak China Hentikan Tinjauan Pakta Pertahanan dengan AS
Duterte Gantung Nasib...
Duterte 'Gantung' Nasib Perjanjian Kunjungan Pasukan AS
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
2 jam yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
2 jam yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
5 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
5 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
7 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
8 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA usai Piala...
Ranking FIFA usai Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved