Dituduh Memperkosa, Presiden Ini Diprotes 4 Wanita saat Pidato

Senin, 08 Agustus 2016 - 14:22 WIB
Dituduh Memperkosa,...
Dituduh Memperkosa, Presiden Ini Diprotes 4 Wanita saat Pidato
A A A
PRETORIA - Sebanyak empat wanita melakukan protes diam untuk mengganggu pidato Presiden Afrika Selatan (Afsel) Jacob Zuma di acara International Electrotechnical Commissioan (IEC). Mereka menuduh Zuma pernah memperkosa seorang wanita 10 tahun silam.

Para wanita yang menggelar protes anti-pemerkosaan itu mengangkat plakat bertuliskan, “Khanga”, “Remember Khwezi”, “10 yrs later” dan “I am 1 in 3”. Mereka berdiri diam membelakangi Presiden Zuma yang sedang pidato pada hari Sabtu pekan lalu.

Tulisan “Khwezi” adalah nama wanita yang disebut pernah diperkosa Zuma 10 tahun lalu. Sedangkan “Khanga” adalah nama busana atau kain yang dipakai korban.

Media setempat pernah melaporkan bahwa Presiden Zuma memperkosa Khwezi—wanita yang menganggap Zuma sebagai ayahnya—di sebuah rumah di Forest Town, Johannesburg. Namun, Zuma dinyatakan tidak bersalah.

Begitu pidato usai, Presiden Zuma meninggalkan panggung dan Wakil Ketua IEC Terry Tselane mengambil mikrofon untuk meminta maaf kepada presiden.

”Kami ingin meminta maaf kepada presiden atas gangguan yang baru saja terjadi. Ini membuat kami terkejut, dan kami benar-benar ingin meminta maaf kepada kalian semua,” katanya.

“Dapatkah saya meminta Kate (Bapele, juru bicara IEC) untuk memastikan bahwa awak media tidak memperburuk situasi?,” lanjut dia.

Para wanita yang protes mengerang dan menangis setelah penjaga keamanan merebut plakat dari tangan mereka dan mendorong mereka keluar dari lokasi pidato Presiden Zuma.

Aksi berani empat wanita itu memicu “perang” di media sosial. Para pria Afsel pendukung Presiden Zuma mengumbar ancaman untuk memperkosa empat wanita itu karena dianggap sudah mempermalukan Presiden Zuma.

Namun, pembela empat wanita itu juga tidak sedikit. Hashtag #1in3 bahkan menjadi trending topic di Twitter sebagai dukungan untuk mereka.

Mpumi Mathabela, koordinator dari kelompok lobi feminis yang dibentuk untuk menolong korban pemerkosaan Zuma, mengatakan bahwa para pengunjuk rasa telah menghadapi ancaman pelecehan secara online.


”Mereka memiliki banyak ancaman online. Satu pria mengatakan dia akan memperkosa mereka karena mereka membuat malu presiden,” katanya, seperti dikutip Times Live, Senin (8/8/2016).
(mas)
Berita Terkait
Indonesia Dorong Aksi...
Indonesia Dorong Aksi Nyata Pemberdayaan Perempuan di G20 Afrika Selatan
4 Alasan Afrika Selatan...
4 Alasan Afrika Selatan Selalu Jadi Pusat Pergeseran Tatanan kekuatan Global pada 2025
Gedung Parlemen Afrika...
Gedung Parlemen Afrika Selatan di Cape Town Terbakar
Presiden Afsel Berupaya...
Presiden Afsel Berupaya Pertahankan Kekuasaan di Tengah Skandal Korupsi
25.000 Tentara Dikerahkan...
25.000 Tentara Dikerahkan untuk Redam Kerusuhan di Afrika Selatan
Kerusuhan Afrika Selatan...
Kerusuhan Afrika Selatan Menggila, 212 Orang Tewas Secara Brutal
Berita Terkini
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
16 menit yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
1 jam yang lalu
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
1 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
2 jam yang lalu
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
3 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
4 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved