Dosen Universitas Malaysia Bilang Osama bin Laden Sosok Fiktif

Rabu, 29 Juni 2016 - 12:00 WIB
Dosen Universitas Malaysia...
Dosen Universitas Malaysia Bilang Osama bin Laden Sosok Fiktif
A A A
KUALA LUMPUR - Seorang dosen Studi Peradaban Islam dan Asia (TITAS) Universitas Teknologi Malaysia (UTM) mengatakan kepada para mahasiswanya bahwa Osama bin Laden adalah sosok fiktif atau rekaan dan serangan 9/11 oleh teroris kemungkinan hanya teori konspirasi.

Seorang mahasiswa yang meminta tak disebut namanya mengatakan bahwa dosen TITAS mengatakan dalam kuliah pagi bahwa serangan bunuh diri oleh pesawat yang menabrak menara World Trade Center (WTC) di New York City pada 11 September 2001 digunakan oleh Barat sebagai alasan untuk menganiaya Muslim.

”Dia mengatakan bahwa Osama mungkin rekaan, bahwa dia benar-benar tidak ada,” kata mahasiswa itu kepada Malay Mail Online, yang dilansir Rabu (29/6/2016).

”Dia berkomentar tentang bagaimana dalam videonya, Osama hanya berbicara 'tiga detik berbeha Arab' dan kemudian segala sesuatu yang lain dalam bahasa Inggris,” lanjut dia.

Sang dosen melanjutkan bahwa dia tidak pernah pecaya pada semua media Barat. “Tidak ada agama yang bertanggung jawab atas tindakan terorisme atau kekerasan,” kata dosen itu ditirukan mahasiswanya.

Media Malaysia tidak merinci indentitas dosen.

Osama merupakan pendiri kelompok Al-Qaeda yang mengaku bertanggung jawab atas serangan 11 September 2001 yang menewaskan hampir 3.000 orang. Osama dibunuh di Pakistan pada 2011 oleh pasukan khusus AS di tempat persembunyiannya. Namun, jasad Osama tidak pernah diperlihatkan oleh Pemerintah Barack Obama.

Dosen itu juga dikenal kerap mengkritik sekularisme di Barat. Menurutnya, salah satu produk sampingan dari filsafat Barat adalah legalisasi pernikahan gay.

" 'Sperma dan sperma tidak bisa membuat bayi',” lanjut mahasiswa itu mengutip komentar dosennya.

Pihak universitas berjanji untuk menyelidiki pernyataan kontroversial sang dosen.”Yakinlah bahwa penyelidikan dilakukan saat kita menerima laporan berkenaan dengan masalah ini,” kata pihak universitas kepada Malay Mail Online.

”Universitas ini memiliki kode etik bahwa semua staf kami, termasuk akademisi, diharapkan untuk patuh. Kegagalan untuk melakukannya akan mengakibatkan tindakan disipliner.”
(mas)
Berita Terkait
Pasukan Afghanistan...
Pasukan Afghanistan Habisi Pemimpin Senior Al-Qaeda
Prancis Berhasil Habisi...
Prancis Berhasil Habisi Pemimpin Al-Qaeda Afrika Utara
Mobil Hantam Bom Rakitan,...
Mobil Hantam Bom Rakitan, Dua Tentara Prancis Tewas
Laporan PBB Sebut Pemimpin...
Laporan PBB Sebut Pemimpin Al-Qaeda di Yaman Telah Ditahan
AS Tawarkan Imbalan...
AS Tawarkan Imbalan Rp58 M untuk Petinggi Al-Qaeda
6 Perbedaan Antara ISIS...
6 Perbedaan Antara ISIS dan Al-Qaeda
Berita Terkini
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
12 menit yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
53 menit yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
1 jam yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
2 jam yang lalu
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
2 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
3 jam yang lalu
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved