Jengkel, Pangeran Saudi Tulis Surat Tamparan untuk Obama

Selasa, 15 Maret 2016 - 09:06 WIB
Jengkel, Pangeran Saudi...
Jengkel, Pangeran Saudi Tulis Surat Tamparan untuk Obama
A A A
RIYADH - Pangeran senior Kerajaan Arab Saudi, Turki Al-Faisal, jengkel dengan kritik Presiden Amerika Serikat (AS) terhadap kebijakan Riyadh yang dianggap mendanai intoleransi agama. Pangeran Faisal pun membalas dengan surat terbuka yang isinya “menampar” Obama.

Semula Presiden Obama, dalam komentarnya untuk The Atlantic pekan lalu, menyebut Arab Saudi sebagai free rider” (penunggang bebas) kebijakan luar negeri Amerika. Obama blak-blakan mengkritik dana Riyadh untuk intoleransi agama. Obama juga mengkritik penolakan Saudi untuk bermediasi dengan Iran.

Tidak, Obama. Kami tidak 'penunggang bebas',” tulis Pangeran Faisal, yang merupakan mantan kepala intelijen Saudi dan mantan duta besar untuk Washington dan London itu, dalam sebuah surat terbuka di Arab News, semalam.

Pangeran Faisal kemudian membeberkan dukungan Riyadh untuk pemberontak Suriah dalam memerangi kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Saudi, kata dia, juga memberikan bantuan kemanusiaan untuk pengungsi di kawasan dan telah menciptakan koalisi Islam anti-terorisme.

Hubungan sekutu lawas antara Amerika Serikat dan Arab Saudi, telah bergelombang sejak pemberontakan Arab atau “Arab Spring” pecah 2011. Riyadh kala itu menyalahkan Washington karena tidak berbuat lebih banyak untuk menghentikan penggulingan Presiden Mesir, Hosni Mubarak.


Riyadh juga gusar ketika Obama mencapai kesepakatan dengan Iran atas program nuklirnya. Padahal, Iran menjadi “musuh” Saudi setelah Teheran mendukung Presiden Suriah Bashar Al-Assad dalam krisis Suriah.

Dalam wawancara pekan lalu, Obama menyindir adanya perang proksi antara Saudi dan Iran. Dalam suratnya, Pangeran Faisal, menyampaikan pertanyaan kritis pada Obama.

Apakah Obama telah berpaling ke Iran, (dengan) begitu banyak Anda menyamakan persahabatan konstran Kerajaan (Saudi) konstan dengan Amerika selama 80 tahun, demi kepemimpinan Iran yang terus menggambarkan Amerika sebagai musuh terbesar, yang terus mempersenjatai, mendanai dan mendukung milisi sektarian di dunia Arab dan Muslim,” tulis pangeran Faisal.

Meskipun pendapat Pangeran Faisal itu tidak mencerminkan kebijakan resmi dari Pemerintah Saudi, namun sosoknya cukup berpengaruh di kerajaan.
(mas)
Berita Terkait
Bos CIA: AS Dibutakan...
Bos CIA: AS Dibutakan Kesepakatan Arab Saudi dan Iran
Awal Mula Arab Saudi...
Awal Mula Arab Saudi Menjadi Sekutu Amerika Serikat
Inilah Alasan Mengapa...
Inilah Alasan Mengapa Banyak Pangeran Arab Kuliah di Amerika Serikat
Suriah Diterima Kembali...
Suriah Diterima Kembali ke Liga Arab, Amerika Serikat Kesal
Saudi Nilai Negara Teluk...
Saudi Nilai Negara Teluk Harus Dilibatkan Dalam Pembicaraan AS-Iran
Saudi dan AS Dorong...
Saudi dan AS Dorong Perpanjangan Embargo Senjata PBB pada Iran
Berita Terkini
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
7 jam yang lalu
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
8 jam yang lalu
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
9 jam yang lalu
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
10 jam yang lalu
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
11 jam yang lalu
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
12 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved