Ukraina Ingin 2 Tentara Korea Utara Ditukar dengan Tawanan Perang

Senin, 13 Januari 2025 - 16:17 WIB
loading...
Ukraina Ingin 2 Tentara...
Ukraina ingin dua tentara Korea Utara yang ditangkap untuk ditukar dengan tawanan perang. Foto/X/@ZelenskyyUa
A A A
MOSKOW - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan ia bersedia menyerahkan dua tentara Korea Utara yang ditangkap ke Pyongyang sebagai ganti tawanan perang Ukraina di Rusia.

"Bagi para tentara Korea Utara yang tidak ingin kembali, mungkin ada pilihan lain yang tersedia," kata Zelensky di X. Mereka yang ingin "mempererat perdamaian dengan menyebarkan kebenaran tentang perang ini di Korea akan diberi kesempatan itu", tambahnya, dilansir BBC.

Dinas Keamanan Ukraina (SBU) mengatakan salah satu dari dua tentara itu mengatakan kepada para pejabat bahwa ia mengira ia akan pergi ke Rusia untuk "pelatihan", bukan untuk bertempur.

Ia ditemukan dengan kartu identitas militer Rusia yang dikeluarkan atas nama orang lain. Tentara lainnya tidak memiliki dokumen.

SBU mengatakan kedua pria itu, yang ditawan pada 9 Januari, berada di Kyiv dan menerima perawatan medis.

Mereka hanya berbicara bahasa Korea dan sedang diinterogasi dengan bantuan Badan Intelijen Nasional Korea Selatan, kata SBU.

Rusia tidak membantah menggunakan pasukan Korea Utara dalam perangnya melawan Ukraina. Presiden Vladimir Putin mengatakan pada bulan Oktober bahwa itu adalah "keputusan kedaulatan" negaranya apakah akan mengerahkan pasukan tersebut atau tidak.

Pada hari Sabtu, Zelensky mengunggah foto-foto kedua tentara yang ditangkap, memperlihatkan salah satu dari mereka dengan kepala dan dagunya dibalut perban, sementara yang lain kedua tangannya dibalut sepenuhnya.

Zelensky juga membagikan foto kartu identitas militer Rusia berwarna merah yang mencantumkan tempat lahir sebagai Turan, di republik Rusia Tuva, yang berbatasan dengan Mongolia.

Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Brigade Al-Qassam Merilis...
Brigade Al-Qassam Merilis Video Tahanan Israel: Waktu Hampir Habis
Zelensky Gunakan Detektor...
Zelensky Gunakan Detektor Kebohongan untuk Menyelidiki Kebocoran
Pihak Ketiga Berusaha...
Pihak Ketiga Berusaha Gagalkan Perundingan AS-Rusia, Siapa Mereka?
Rusia Tuding Zelensky...
Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump
Antisipasi Eskalasi...
Antisipasi Eskalasi dengan NATO, Putin Panggil 160.000 Pemuda untuk Wajib Militer
2 Negara Anggota NATO...
2 Negara Anggota NATO Akan Kerahkan Jet Tempur dan Kapal Perang ke Ukraina
3 Anggota NATO Sangat...
3 Anggota NATO Sangat Takut jika Ukraina dan Rusia Sepakati Gencatan Senjata
Viral, Tubuh Warga Palestina...
Viral, Tubuh Warga Palestina Berterbangan saat Dibom Israel
Media AS Sebut Xi Jinping...
Media AS Sebut Xi Jinping Menang Perang Tarif Lawan Trump, Ini Penjelasannya
Rekomendasi
1 Juta Pemudik Belum...
1 Juta Pemudik Belum Balik Jakarta, Menhub Optimistis Teratasi dengan One Way Nasional
Prabowo Bakal Temui...
Prabowo Bakal Temui Anwar Ibrahim di Kuala Lumpur Malam Ini, Bahas Apa?
Arus Balik Macet Tol...
Arus Balik Macet Tol Cisumdawu Bakal Digratiskan, Kapolri: Jadi Pengurai Kepadatan!
Berita Terkini
Macron bisa Pimpin Perundingan...
Macron bisa Pimpin Perundingan Uni Eropa dengan Rusia
40 menit yang lalu
1.200 Anak Palestina...
1.200 Anak Palestina di Tepi Barat Ditangkap Israel sejak 7 Oktober 2023
1 jam yang lalu
Israel Tangkap 2 Anggota...
Israel Tangkap 2 Anggota Parlemen Inggris saat Kunjungan Resmi, Dituding Anti-Zionis
2 jam yang lalu
Dituding Antek Genosida...
Dituding Antek Genosida Israel di Gaza, CEO Microsoft AI Dihujat Habis-habisan
3 jam yang lalu
Netanyahu akan Bertemu...
Netanyahu akan Bertemu Trump di Gedung Putih, Bahas Tarif, Gaza, dan Iran
4 jam yang lalu
Rusia Hapus Taliban...
Rusia Hapus Taliban dari Daftar Teroris, Afghanistan Perluas Kerja Sama
5 jam yang lalu
Infografis
Kehadiran Tentara NATO...
Kehadiran Tentara NATO di Ukraina Berarti Perang Habis-habisan
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved