Rusia Klaim Jadi Pemenang dalam Adidaya Tanah Jarang

Senin, 13 Januari 2025 - 15:21 WIB
loading...
Rusia Klaim Jadi Pemenang...
Rusia klaim memiliki banyak tanah jarang. Foto/Sputnik
A A A
MOSKOW - Dari segi sumber daya, Rusia telah dianugerahi seluruh Tabel Periodik Unsur. Di tengah meningkatnya persaingan global untuk mineral teknologi strategis, berikut adalah peluang dan tantangan yang dihadapi Rusia jika ingin mencapai status negara adidaya tanah jarang atau mineral langka.

Cadangan tanah jarang Rusia secara menyeluruh belum ditemukan, dengan hamparan luas Siberia yang kaya mineral masih belum dieksplorasi, dan Badan Geologi Negara menemukan lusinan endapan mineral strategis baru setiap tahun.

Melansir Sputnik News, pada tahun 2024, Badan Pengelolaan Sumber Daya Bawah Tanah Federal (Rosnedr) memperkirakan bahwa Rusia memiliki hingga 28,7 juta ton tanah jarang, termasuk 18 deposit utama, kedua setelah China (44 juta ton) dan mencakup lebih dari 20% dari 130 juta ton persediaan dunia.

"Saat ini, pangsa Rusia dalam produksi tanah jarang global sangat kecil – kurang dari 1%; pemrosesannya hampir nihil. Oleh karena itu, "potensi serius" ada di bidang ini," kata Rosnedr.

Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Rusia memperkirakan produksi dan konsumsi tanah jarang akan meningkat lebih dari dua kali lipat pada tahun 2030, sesuai dengan strategi yang didukung negara untuk mencapai swasembada mineral penting.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Saat Hadapi Invasi Drone...
Saat Hadapi Invasi Drone Ukraina, Rusia Deklarasikan Perang Melawan NATO
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
Trump Luapkan Kemarahan...
Trump Luapkan Kemarahan ke NATO, Ini 4 Pemicunya
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
4 Dampak Mengerikan...
4 Dampak Mengerikan Serangan Drone Ukraina ke Rusia, Pilihan Putin Makin Sempit
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Keseleo Lidah, Trump...
Keseleo Lidah, Trump Sebut Kapal Induk AS Diserang Rudal "Republik Islam Jepang"
Iran Ancam Serang Pangkalan...
Iran Ancam Serang Pangkalan Militer AS di Seluruh Negara Timur Tengah
Rekomendasi
Rahasia Keluarga yang...
Rahasia Keluarga yang Bikin Baper, Ini Serunya microdrama My Sister's Secret di V+Short
Buka Peluang Cuan Baru,...
Buka Peluang Cuan Baru, POJ dan TOP Kolaborasi Tambah Armada Ride-Hailing
Rumah Jampidsus Febrie...
Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah di Sentul Ternyata Tak Tercatat di LHKPN
Berita Terkini
Juru Bicara Hamas Lolos...
Juru Bicara Hamas Lolos dari Serangan Israel, Warga Sipil Tewas Dirudal Zionis di Kota Gaza
Abbas Tetapkan 28 November...
Abbas Tetapkan 28 November untuk Pemilu Legislatif Palestina Pertama dalam Lebih dari 20 Tahun
Erdogan Beri Hadiah...
Erdogan Beri Hadiah Pistol dengan Peluru Aktif kepada Para Pemimpin NATO, Ini Maksudnya
Setelah Turki, Giliran...
Setelah Turki, Giliran Mesir Tolak Masuk Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
Mahathir Mohamad Genap...
Mahathir Mohamad Genap 101 Tahun, Dokter yang Sulap Wajah Malaysia Modern
Mojtaba Akan Pimpin...
Mojtaba Akan Pimpin Doa untuk Ayatollah Ali Khamenei, Bakal Muncul untuk Pertama Kalinya?
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved