Moskow Anggap Tuduhan Turki Tidak Masuk Akal
Jum'at, 19 Februari 2016 - 23:02 WIB
Moskow Anggap Tuduhan Turki Tidak Masuk Akal
A
A
A
MOSKOW - Komisioner Hak Asas Manusia (HAM) Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa tuduhan kejahatan perang yang dilontarkan Turki terhadap Rusia tidak masuk akal.
"Hanya ada satu cara untuk membalas tuduhan tersebut: itu kesalahan berbicara. Hal ini mencerminkan inti dari situasi. Kami sudah mendengar banyak klaim tidak masuk akal melampaui batas-batas etika diplomatik. Klaim ini tidak masuk akal dan terlalu mengada-ada," kata Konstantin Dolgov, dikutip dari TASS, Jumat (19/2/2016).
Sebaliknya, Dolgov menilai tuduhan yang dilontarkan oleh Turki adalah upaya untuk mengalihkan perhatian dari pelanggaran sistemik atas hak asasi manusia dan minyak mentah ilegal.
"Mereka akan maju dengan serangan udara besar-besaran terhadap wilayah kedaulatan Suriah. Pada prinsipnya, itu pelanggaran yang nyata terhadap aturan hukum. Warga sipil yang mati. Turki sedang mencoba untuk menyalahkan itu kepada Rusia," tukas Dolgov.
Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu beberapa hari lalu mengatakan bahwa sebuah rudal balistik Rusia diduga telah menghantam sebuah rumah sakit dan sekolah di Suriah.
"Hanya ada satu cara untuk membalas tuduhan tersebut: itu kesalahan berbicara. Hal ini mencerminkan inti dari situasi. Kami sudah mendengar banyak klaim tidak masuk akal melampaui batas-batas etika diplomatik. Klaim ini tidak masuk akal dan terlalu mengada-ada," kata Konstantin Dolgov, dikutip dari TASS, Jumat (19/2/2016).
Sebaliknya, Dolgov menilai tuduhan yang dilontarkan oleh Turki adalah upaya untuk mengalihkan perhatian dari pelanggaran sistemik atas hak asasi manusia dan minyak mentah ilegal.
"Mereka akan maju dengan serangan udara besar-besaran terhadap wilayah kedaulatan Suriah. Pada prinsipnya, itu pelanggaran yang nyata terhadap aturan hukum. Warga sipil yang mati. Turki sedang mencoba untuk menyalahkan itu kepada Rusia," tukas Dolgov.
Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu beberapa hari lalu mengatakan bahwa sebuah rudal balistik Rusia diduga telah menghantam sebuah rumah sakit dan sekolah di Suriah.
(ian)