Ankara Dianggap Gagal Buktikan Jet Rusia Terobos Langit Turki

Selasa, 09 Februari 2016 - 14:47 WIB
Ankara Dianggap Gagal...
Ankara Dianggap Gagal Buktikan Jet Rusia Terobos Langit Turki
A A A
ANKARA - Pemerintah Rusia menganggap Turki gagal membuktikan tuduhannya bahwa pesawat jet tempur Rusia menerobos langit atau wilayah udaranya. Hal itu disampaikan Duta Besar Rusia untuk Turki, Andrey Karlov, Selasa (9/2/2016).

Setiap kali (Turki mengklaim bahwa pesawat Rusia melanggar wilayah udaranya) kami meminta pihak Turki untuk menyediakan data kontrol objektif. Saya bertanggung jawab dapat menyatakan bahwa kami belum menerima data, termasuk dalam kasus (ditembak) jatuhnya pesawat kami,” kata Karlov kepada RIA Novosti.

Menurutnya, hanya ada satu insiden sebuah pesawat Rusia melanggar wilayah udara Turki saat misi tempur di Suriah dan itu berlangsung pada bulan Oktober 2015.


Pada tanggal 3 Oktober, pesawat tempur Flanker Su-30 Rusia melanggar wilayah udara Turki selama beberapa detik di Provinsi Hatay, dekat Suriah. Menurut Angkatan Udara Rusia, pesawat itu memasuki wilayah udara Turki ketika melakukan manuver untuk menghindari sistem pertahanan anti-rudal yang berbasis di darat.


Pada tanggal 24 November, pesawat pengebom Su-24 jatuh selama operasi anti-teroris di Suriah. Pesawat itu jatuh oleh ditembak rudal pesawat tempur Turki, F-16. Turki menuduh pesawat Su-24 melanggar wilayah udara Turki. Tapi, Staf Umum Militer Rusia dan Komando Pertahanan Udara Suriah menyangkal tuduhan Turki.


Kemudian pada tanggal 30 Januari, Kementerian Luar Negeri Turki mengklaim pesawat Su-34 Rusia telah melanggar wilayah udara Turki sehari sebelumnya. Kementerian Pertahanan Rusia telah menolak klaim itu sebagai tuduhan tidak berdasar.


Pemerintah Turki belum merespons pernyataan diplomat Rusia itu. Turki selama ini juga tidak membeberkan bukti termasuk data radar yang diklaim mendeteksi pelanggaran yang dilakukan pesawat tempur Rusia.
(mas)
Berita Terkait
Pemimimpin Gereja Ortodoks...
Pemimimpin Gereja Ortodoks Rusia Tolak Rencana Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid
Etnis Tatar Krimea Peringati...
Etnis Tatar Krimea Peringati Hari Korban Genosida
Rusia Menyangkal Ikut...
Rusia Menyangkal Ikut Campur Pemilu Turki
Inilah Kapal Rusia yang...
Inilah Kapal Rusia yang Ditahan Turki karena Dicurigai Bawa Gandum Ukraina
Memanas, Rusia Bakal...
Memanas, Rusia Bakal Gelar Latihan di Laut Mediterania
Turki Khianati NATO,...
Turki Khianati NATO, Dukung Rusia untuk Membela Diri
Berita Terkini
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
16 menit yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
1 jam yang lalu
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
2 jam yang lalu
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
3 jam yang lalu
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
4 jam yang lalu
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
4 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved