Turki Larang Pesawat Mata-mata Rusia Melintas, Kremlin Marah
Kamis, 04 Februari 2016 - 11:13 WIB
Turki Larang Pesawat Mata-mata Rusia Melintas, Kremlin Marah
A
A
A
MOSKOW - Turki telah melarang pesawat mata-mata Rusia melintasi perbatasan Suriah-Turki dalam operasi rutin sesuai perjanjian “Open Skies” internasional. Kremlin marah dan menganggap tindakan Turki sebagai preseden yang berbahaya.
Perjanjian “Open Skies” mulai berlaku pada tahun 2002. Perjanjian itu memungkinkan penerbangan pengintaian udara bersenjata di atas wilayah udara dari 34 negara yang menandatangani perjanjian itu. Turki termasuk bagian dari 34 negara tersebut.
Tapi, larangan pesawat An-30B Rusia melintasi wilayah udara Turki yang dijadwalkan pada 1-5 Februari 2015 dianggap melanggar perjanjian internasional itu. Terlebih, larangan dari Turki tanpa pemberitahuan awal.
”Setelah kedatangan misi Rusia ke Turki dan pengumuman jadwal yang diinginkan, para pejabat militer Turki menolak untuk mengizinkan pesawat (melakukan) inspeksi, sebagaimana dikutip dari perintah Kementerian Luar Negeri Turki,” kata Kepala Pusat Nasional Kementerian Rusia untuk Pengurangan Risiko Nuklir, Sergey Ryzhkov, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Russia Today, Kamis (4/2/2016).
Ini adalah pertama kalinya bahwa Turki telah melarang penerbangan pesawat mata-mata Rusia di atas wilayah udaranya. Sejak tahun 2006 di bawah perjanjian Open Skies, Rusia melakukan sekitar dua penerbangan observasi untuk setiap tahunnya.
Sedangkan Turki telah melakukan penerbangan serupa di atas wilayah udara Rusia sekitar empat kali dalam setahun.
Larangan dari Turki itu terjadi ketika Ankara dan Moskow terlibat ketegangan menyusul penembakan pesawat jet pengebom Rusia oleh pesawat tempur Turki di perbatasan Suriah-Turki pada November 2015 lalu.
Perjanjian “Open Skies” mulai berlaku pada tahun 2002. Perjanjian itu memungkinkan penerbangan pengintaian udara bersenjata di atas wilayah udara dari 34 negara yang menandatangani perjanjian itu. Turki termasuk bagian dari 34 negara tersebut.
Tapi, larangan pesawat An-30B Rusia melintasi wilayah udara Turki yang dijadwalkan pada 1-5 Februari 2015 dianggap melanggar perjanjian internasional itu. Terlebih, larangan dari Turki tanpa pemberitahuan awal.
”Setelah kedatangan misi Rusia ke Turki dan pengumuman jadwal yang diinginkan, para pejabat militer Turki menolak untuk mengizinkan pesawat (melakukan) inspeksi, sebagaimana dikutip dari perintah Kementerian Luar Negeri Turki,” kata Kepala Pusat Nasional Kementerian Rusia untuk Pengurangan Risiko Nuklir, Sergey Ryzhkov, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Russia Today, Kamis (4/2/2016).
Ini adalah pertama kalinya bahwa Turki telah melarang penerbangan pesawat mata-mata Rusia di atas wilayah udaranya. Sejak tahun 2006 di bawah perjanjian Open Skies, Rusia melakukan sekitar dua penerbangan observasi untuk setiap tahunnya.
Sedangkan Turki telah melakukan penerbangan serupa di atas wilayah udara Rusia sekitar empat kali dalam setahun.
Larangan dari Turki itu terjadi ketika Ankara dan Moskow terlibat ketegangan menyusul penembakan pesawat jet pengebom Rusia oleh pesawat tempur Turki di perbatasan Suriah-Turki pada November 2015 lalu.
(mas)