Cabut Sanksi Iran, AS Tegaskan Tetap Sekutu Kuat Saudi
Senin, 25 Januari 2016 - 17:50 WIB
Cabut Sanksi Iran, AS Tegaskan Tetap Sekutu Kuat Saudi
A
A
A
RIYADH - Pemerintah Amerika Serikat (AS) meyakinkan Arab Saudi bahwa Washington tetap menjadi sekutu kuat Riyadh, meski AS mencabut sanksi ekonomi Iran sesuai kesepakatan nuklir. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, sebelum bertolak dari Riyadh kemarin.
”Kami memiliki hubungan eras, sekutu jelas dan persahabatan yang kuat dengan Kerajaan Arab Saudi seperti yang pernah kita miliki,” ucap John Kerry.
”Tidak ada yang berubah karena kita bekerja untuk menghilangkan senjata nuklir di kawasan itu,” katanya seperti dikutip Al Arabiya. ”Kami akan terus bekerja di wilayah (Timur Tengah) dengan teman-teman dan sekutu kami.”
Menurut kantor berita SPA, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz pada hari Sabtu pekan lalu bertemu dengan John Kerry di Ibu Kota Riyadh. Mereka membahas urusan regional.
“Dalam pertemuan tersebut, keduanyamembahas perkembangan terbaru di wilayah tersebut, khususnya perkembangan terbaru di Suriah serta pentingnya mengatasi gangguan Iran terkait urusan internal negara,” tulis SPA.
Pertemuan yang berlangsung di istana Al-Auja itu dihadiri oleh para pejabat senior di kedua pihak, termasuk Deputi Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Abdel Al-Jubeir.
Pada konferensi pers bersama setelah pertemuan itu, Kerry menyatakan keprihatinan terkait dukungan militer Iran kepada gerakan Hizbullah Libanon. AS dan Saudi kompak mencela dukungan Hizbullah Libanon terhadap rezim Presiden Suriah, Bashar al-Assad sejak krisis Suriah pecah tahun 2011 dan berubah menjadi perang saudara hingga sekarang.
”Kami memiliki hubungan eras, sekutu jelas dan persahabatan yang kuat dengan Kerajaan Arab Saudi seperti yang pernah kita miliki,” ucap John Kerry.
”Tidak ada yang berubah karena kita bekerja untuk menghilangkan senjata nuklir di kawasan itu,” katanya seperti dikutip Al Arabiya. ”Kami akan terus bekerja di wilayah (Timur Tengah) dengan teman-teman dan sekutu kami.”
Menurut kantor berita SPA, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz pada hari Sabtu pekan lalu bertemu dengan John Kerry di Ibu Kota Riyadh. Mereka membahas urusan regional.
“Dalam pertemuan tersebut, keduanyamembahas perkembangan terbaru di wilayah tersebut, khususnya perkembangan terbaru di Suriah serta pentingnya mengatasi gangguan Iran terkait urusan internal negara,” tulis SPA.
Pertemuan yang berlangsung di istana Al-Auja itu dihadiri oleh para pejabat senior di kedua pihak, termasuk Deputi Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Abdel Al-Jubeir.
Pada konferensi pers bersama setelah pertemuan itu, Kerry menyatakan keprihatinan terkait dukungan militer Iran kepada gerakan Hizbullah Libanon. AS dan Saudi kompak mencela dukungan Hizbullah Libanon terhadap rezim Presiden Suriah, Bashar al-Assad sejak krisis Suriah pecah tahun 2011 dan berubah menjadi perang saudara hingga sekarang.
(mas)