Ini Solusi Rusia untuk Redakan Konflik Suriah
Rabu, 11 November 2015 - 21:21 WIB
Ini Solusi Rusia untuk Redakan Konflik Suriah
A
A
A
MOSKOW - Dokumen milik Rusia yang berisi solusi untuk mengakhiri konflik di Suriah bocor ke publik. Dokumen berjudul Pendekatan untuk Penyelesaian Krisis Suriah itu berfokus pada kelompok oposisi dan kelompok teroris dan perlunya untuk membedakan keduanya.
Selain itu, seperti dikutip dari laman New York Times, Rabu (11/11/2015), dokumen itu juga menyatakan bahwa ketika delegasi pemerintah dan oposisi Suriah bertemu di bawah naungan PBB, maka keduanya harus menyetujui sejumlah langkah reformasi.
Langkah reformasi yang dimaksud adalah menjalankan proses reformasi konstitusi yang dilakukan dalam waktu 18 bulan. Salah satu langkahnya adalah dengan membentuk komisi konstitusi untuk merangkul seluruh spektrum masyarakat Suriah, termasuk oposisi domestik dan luar dengan jumlah kursi yang disepakati oleh semua peserta.
Apabila rancangan konstitusi baru telah terbentuk, maka akan dilakukan referendum terhadap rancangan konstitusi tersebut. Jika mendapat persetujuan, maka langkah selanjutnya adalah menggelar pemilihan presiden dan pemilihan anggota parlemen.
Terakhir, Presiden Suriah terpilih akan menjabat komandan dari Angkatan Bersenjata dan memiliki kontrol layanan khusus dan kebijakan luar negeri.
Tidak hanya itu, Rusia juga mengusulkan pembentukan Kelompok Dukungan Suriah untuk membantu mempersiapkan pertemuan dan membantu pihak Suriah dalam bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan bersama.
Selain itu, seperti dikutip dari laman New York Times, Rabu (11/11/2015), dokumen itu juga menyatakan bahwa ketika delegasi pemerintah dan oposisi Suriah bertemu di bawah naungan PBB, maka keduanya harus menyetujui sejumlah langkah reformasi.
Langkah reformasi yang dimaksud adalah menjalankan proses reformasi konstitusi yang dilakukan dalam waktu 18 bulan. Salah satu langkahnya adalah dengan membentuk komisi konstitusi untuk merangkul seluruh spektrum masyarakat Suriah, termasuk oposisi domestik dan luar dengan jumlah kursi yang disepakati oleh semua peserta.
Apabila rancangan konstitusi baru telah terbentuk, maka akan dilakukan referendum terhadap rancangan konstitusi tersebut. Jika mendapat persetujuan, maka langkah selanjutnya adalah menggelar pemilihan presiden dan pemilihan anggota parlemen.
Terakhir, Presiden Suriah terpilih akan menjabat komandan dari Angkatan Bersenjata dan memiliki kontrol layanan khusus dan kebijakan luar negeri.
Tidak hanya itu, Rusia juga mengusulkan pembentukan Kelompok Dukungan Suriah untuk membantu mempersiapkan pertemuan dan membantu pihak Suriah dalam bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan bersama.
(ian)