Australia Selidiki Daftar Target Pembunuhan ISIS
Kamis, 13 Agustus 2015 - 18:39 WIB
Australia Selidiki Daftar Target Pembunuhan ISIS
A
A
A
CANBERRA - Pemerintah Australia telah membenarkan, bahwa setidaknya ada 8 warga Australia yang menjadi target pembunuhan. Delapan warga Australia itu ada dalam daftar target yang dikeluarkan oleh ISIS. Salah satu yang menjadi target adalah anggota parlemen. Pihak berwenang Australia pun kini tengah menyelidiki kebenaran daftar nama target pembunuhan yang diklaim dikeluarkan oleh ISIS.
Menteri Kehakiman Australia, Michael Keenan mengatakan, pihak intelijen tengah menyelidiki kebenaran ancaman tersebut. "Dalam daftar itu terdapat hingga 1.500 orang, termasuk setidaknya delapan warga Australia," katanya, seperti dikutip dari BBC, Kamis (13/8/2015).
"Jika ada ancaman terhadap warga Australia, maka jelas kami akan mengambil tindakan yang tepat untuk memastikan keamanan mereka," tegasnya lagi. (baca : ISIS Sebar Daftar 1.400 Orang Amerika untuk Dibunuh)
Sementara itu, Polisi Federal Australia mengaku tengah bekerja sama dengan lembaga-lembaga terkait mengenai daftar target pembunuhan itu, yang diklaim dikeluarkan oleh divisi peretas kelompok ISIS. Daftar itu disebar kelompok tersebut melalui media sosial.
"Kami (Polisi Federal) telah mengetahui kabar ini. Seperti semua potensi berbahaya lainnya, kami akan bekerjasama dengan Pemerintah Federal dan lembaga negara. serta mitra wilayah untuk mengambil tindakan yang tepat dalam menanggapi hal ini," bunyi pernyataan polisi federal Australia.
Namun, terkait berita ini, Departemen Pertahanan Australia belum memberikan komentar. Dilaporkan oleh Fairfax Media, dalam daftar yang dirilis tersebut, kelompok ISIS juga memberikan informasi pribadi salah satu anggota militer Australia dan keluarganya, serta informasi pribadi dari seorang anggota parlemen negara bagian Victoria, dan beberapa pegawai negeri.
Menteri Kehakiman Australia, Michael Keenan mengatakan, pihak intelijen tengah menyelidiki kebenaran ancaman tersebut. "Dalam daftar itu terdapat hingga 1.500 orang, termasuk setidaknya delapan warga Australia," katanya, seperti dikutip dari BBC, Kamis (13/8/2015).
"Jika ada ancaman terhadap warga Australia, maka jelas kami akan mengambil tindakan yang tepat untuk memastikan keamanan mereka," tegasnya lagi. (baca : ISIS Sebar Daftar 1.400 Orang Amerika untuk Dibunuh)
Sementara itu, Polisi Federal Australia mengaku tengah bekerja sama dengan lembaga-lembaga terkait mengenai daftar target pembunuhan itu, yang diklaim dikeluarkan oleh divisi peretas kelompok ISIS. Daftar itu disebar kelompok tersebut melalui media sosial.
"Kami (Polisi Federal) telah mengetahui kabar ini. Seperti semua potensi berbahaya lainnya, kami akan bekerjasama dengan Pemerintah Federal dan lembaga negara. serta mitra wilayah untuk mengambil tindakan yang tepat dalam menanggapi hal ini," bunyi pernyataan polisi federal Australia.
Namun, terkait berita ini, Departemen Pertahanan Australia belum memberikan komentar. Dilaporkan oleh Fairfax Media, dalam daftar yang dirilis tersebut, kelompok ISIS juga memberikan informasi pribadi salah satu anggota militer Australia dan keluarganya, serta informasi pribadi dari seorang anggota parlemen negara bagian Victoria, dan beberapa pegawai negeri.
(esn)