Siapa Dalang Utama Penembakan Massal di Pantai Bondi? Dugaan Mengarah ke ISIS hingga Iran

Senin, 15 Desember 2025 - 15:10 WIB
loading...
Siapa Dalang Utama Penembakan...
Banyak aktor diduga terlibat sebagai dalang utama penembakan massal di Pantai Bondi, Australia. Foto/X/@kafi_political
A A A
SYDNEY - Pihak berwenang Australia sedang menyelidiki apakah Iran mungkin terkait dengan penembakan mematikan di acara liburan Yahudi di Sydney, menurut seorang pemimpin komunitas Yahudi yang dikutip oleh The Times of Israel, setelah polisi menyatakan serangan itu sebagai insiden teroris yang menewaskan sedikitnya 12 orang.

Polisi mengatakan para penembak melepaskan tembakan di acara Hanukkah di Pantai Bondi pada hari Minggu. Satu tersangka penyerang tewas dan satu lagi dalam kondisi kritis, Komisaris Polisi New South Wales Mal Lanyon mengatakan kepada wartawan, menambahkan bahwa pihak berwenang sedang memeriksa apakah ada penembak ketiga yang terlibat.

Siapa Dalang Utama Penembakan Massal di Pantai Bondi? Dugaan Mengarah ke ISIS hingga Iran

1. Iran

Jeremy Leibler, presiden Federasi Zionis Australia, mengatakan kepada The Times of Israel bahwa Kementerian Luar Negeri Australia sedang menyelidiki kemungkinan Iran berada di balik serangan tersebut.

“Kementerian Luar Negeri mengatakan kepada saya bahwa mereka sedang menyelidiki apakah Iran berada di balik penembakan itu. Bagi saya, itu menunjukkan ada kemungkinan nyata,” katanya, dilansir Iran International.

Para pejabat Australia belum secara terbuka mengkonfirmasi keterlibatan asing apa pun. Lanyon mendesak agar tetap tenang dan mengatakan para penyelidik sedang menelusuri berbagai jalur penyelidikan.

Kemudian pada hari itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengutuk serangan tersebut, dengan mengatakan: “Kami mengutuk serangan kekerasan di Sydney, Australia. Kekerasan teror dan pembunuhan massal harus dikutuk, di mana pun itu dilakukan.”

Pada bulan Agustus, Australia menuduh Iran terlibat dalam dua serangan pembakaran anti-Semit dan memerintahkan duta besarnya untuk meninggalkan negara itu dalam waktu tujuh hari.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan intelijen yang dikumpulkan oleh Organisasi Intelijen Keamanan Australia menunjukkan bahwa Iran telah mengarahkan serangan terhadap restoran kosher di Sydney dan sinagoge di Melbourne tahun lalu.

Pihak berwenang Israel mengatakan mereka juga sedang menyelidiki tanggung jawab atas serangan tersebut di tengah kekhawatiran bahwa serangan itu mungkin telah diatur oleh aktor negara atau kelompok militan, kata Ynet.

Baca Juga: Siapa Naveed dan Sajid Akram? Ayah dan Anak yang Jadi Pelaku Penembakan Festival Yahudi di Australia

2. Kelompok Pejuang Berbasis di Pakistan

Para pejabat Israel menyebut Iran sebagai tersangka utama jika sebuah negara terlibat, sementara juga memeriksa kemungkinan hubungan dengan kelompok-kelompok termasuk Hizbullah, Hamas, dan Lashkar-e-Taiba yang berbasis di Pakistan, menurut laporan media Israel.

Seorang pejabat keamanan senior Israel mengatakan kepada Israel Hayom bahwa “dalam beberapa bulan terakhir telah terjadi peningkatan aktivitas Iran untuk mengatur serangan terhadap target Israel dan Yahudi di seluruh dunia,” menambahkan bahwa para penyelidik percaya bahwa “arah dan infrastruktur” serangan itu berasal dari Teheran.

3. Korps Garda Revolusi Islam Iran Merencanakan Serangan Transnasional

Mossad telah secara teratur memperingatkan Australia selama berbulan-bulan tentang potensi rencana teror Iran dan lainnya terhadap orang Yahudi, seperti yang dilaporkan The Jerusalem Post, menyusul serangan yang menewaskan 15 orang dalam acara Hanukkah pada hari Minggu.

Pada bulan Agustus lalu, Mossad telah memberikan peringatan yang bermanfaat kepada Australia mengenai ancaman teror dari Iran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
10 Negara Paling Cocok...
10 Negara Paling Cocok untuk Solo Traveling, Aman dan Ramah Wisatawan
Trump: Kesepakatan Nuklir...
Trump: Kesepakatan Nuklir Batal Jika Arab Saudi Tak Normalisasi Hubungan dengan Israel
Konflik AS-Iran Makin...
Konflik AS-Iran Makin Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
Exabytes dan Universitas...
Exabytes dan Universitas Ciputra Surabaya Perkuat Kontribusi Dunia Pendidikan
Aldi Taher Kena Semprot...
Aldi Taher Kena Semprot Netizen usai Minta Ruben Onsu dan Sarwendah Rujuk
Berita Terkini
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Infografis
Kuburan Massal Tentara...
Kuburan Massal Tentara Salib Abad ke-13 Ditemukan di Lebanon
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved